Melihat Eksotisnya Bonsai Rp2 Milyar di Lamongan

Senin, 29 Jun 2026 14:10 WIB
Reporter :
Adyad Ammy Iffansah
Penampakan Bonsai Santigi di pameran dan leleng bonsai PPBI Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bonsai Santigi sehargai Rp 2 Milyar bakal memeriahkan pameran dan lelang bonsai yang digelar Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Lamongan.

Kegiatan tersebut bakal digelar pada Selasa (30/6/2026) malam hingga Sabtu (4/7/2026) di Alun-alun Kota Lamongan.

Bonsai Santigi milik salah satu pengusaha di Kabupaten Lamongan tesebut sudah berusia puluhan tahun dan pernah ditawar dengan harga tertinggi di angka Rp 1 milyar.

Baca juga: Ampyang Pak Ahmad hingga Pameran Bonsai di MPP Sidoarjo

Santigi sendiri merupakan jenis pohon endemik asli Indonesia yang banyak diburu dan menjadi promadona kolektor lokal maupun macanegara.

Jelang pembukaan sejumlah persiapan telah dilakukan, salah satunya proses penjurian oleh dewan juri.

Ketua PPBI Lamongan, Suwanto mengungkapkan, terdapat 682 bonsai dari berbagai daerah di Indonesia turut berpartisipasi dalam kegiatan kali ini. Lebih jauh ia berharap kegiatan tersebut bisa memotovasi para pecinta bonsai lokal Lamongan.

Baca juga: Yuk, Menikmati Keindahan Bonsai di MPP Sidoarjo

"Harapan kami, petani bonsai di Lamongan bisa mencontoh kualitas bonsai yang dipamerkan, kemudian mengembangkannya dengan karya sendiri hingga memiliki nilai jual tinggi," ujarnya, Senin (29/6/2026).

\

Menjelaskan mengenai karakter bonsai, Suwanto menyebut bahwa banyak faktor yang bisa mempengaruhi harga jual bonsai di kalangan kolektor. Selain estetika, juga dipengaruhi usia dan karakter tanaman.

"Ada bonsai yang usianya mencapai 40 hingga 50 tahun. Nilainya terus meningkat seiring bertambahnya usia dan kualitas bentuk yang dihasilkan," katanya.

Baca juga: Wow! ASN Bojonegoro Sanggup Jual Bonsai Mini ke Malaysia, Ini Kisahnya

Ketua Panitia Pameran, Munawi mengatakan proses penjurian berlangsung sebelum acara pembukaan resmi. Setelah pembukaan, area pameran akan dibuka untuk masyarakat umum secara gratis.

"Selama proses penjurian memang sementara ditutup untuk umum. Setelah pembukaan, masyarakat dipersilakan masuk tanpa dipungut biaya. Kami ingin menghilangkan anggapan bahwa pameran bonsai itu eksklusif. Justru kami ingin masyarakat datang, melihat, dan semakin mencintai seni bonsai," tuturnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Lamongan

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler