Dari Pinggir Sawah, Pelajar Jabon Sidoarjo Lawan Krisis Moral

Senin, 13 Apr 2026 22:24 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Puluhan pelajar IPNU–IPPNU Kecamatan Jabon mengikuti forum Kumpul Asik Lan Diskusi (KUASAI) di pematang sawah, membahas krisis moralitas dan membangun kesadaran kolektif generasi muda. (Foto: Ainul Yakin for jatimnow.com)

jatimnow.com - Krisis moral pelajar kian terasa di lingkungan generasi muda. Gejala seperti menurunnya empati, rasa hormat, hingga tanggung jawab sosial mulai tampak dalam keseharian.

Situasi tersebut mendorong IPNU–IPPNU Kecamatan Jabon menggelar forum terbuka bertajuk Kumpul Asik Lan Diskusi (KUASAI) di ruang yang tak biasa, yakni hamparan sawah terbuka.

Duduk lesehan di pinggir pematang, puluhan pelajar mengikuti diskusi bertema “Membentuk Kesadaran Kolektif Pelajar di Tengah Krisis Moralitas”.

Baca juga: STB Gandeng Muhammadiyah Jatim, 500 Siswa Bakal Belajar ke Singapura

Suasana santai berpadu dengan percakapan serius, menghadirkan ruang refleksi yang dekat dengan kehidupan mereka.

Pembina IPNU-IPPNU Jabon, H. Sirojul Chakim, menyebut persoalan moral bukan sekadar isu individu, melainkan masalah bersama yang tumbuh dari lingkungan.

Pergaulan bebas tanpa kontrol serta penggunaan media sosial yang tak bijak mempercepat perubahan perilaku pelajar.

“Kesadaran kolektif harus dibangun bersama. Pelajar tidak bisa berjalan sendiri. Lingkungan dan interaksi sosial berperan besar dalam membentuk sikap,” ujarnya.

Baca juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

Suasana santai di ruang terbuka dimanfaatkan sebagai sarana refleksi, memperkuat nilai tanggung jawab, empati, dan kepedulian sosial di kalangan pelajar. (Foto: Ainul Yakin for jatimnow.com)

\

Ia menjelaskan, kesadaran kolektif bukan hanya soal memahami nilai, tetapi juga praktik nyata dalam keseharian mulai dari saling menghargai, menjaga etika, hingga bertanggung jawab dalam tindakan.

Kondisi tersebut turut terasa dalam organisasi pelajar. Komitmen anggota melemah, kepedulian antar sesama berkurang, dan rasa tanggung jawab kerap terabaikan. Tantangan itu membuat organisasi tak bisa lagi sekadar menjadi ruang kegiatan.

IPNU–IPPNU Jabon memilih jalur pembinaan karakter melalui forum dialog terbuka. Penguatan komunikasi antar anggota, evaluasi rutin, serta keteladanan pengurus menjadi langkah yang terus didorong.

Baca juga: IGRA dan Faber-Castell Ajak Pelajar Kediri Lomba Mewarnai dengan Sentuhan Teknologi

“Organisasi harus menjadi tempat belajar nilai, bukan hanya agenda. Dari situ karakter terbentuk,” kata Sirojul.

Forum KUASAI di tengah sawah menjadi simbol pendekatan yang membumi, mendekatkan pelajar dengan realitas sosial sekaligus membangun kesadaran dari ruang yang sederhana.

Harapannya, pelajar tak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga tumbuh sebagai generasi berintegritas dengan kepedulian sosial yang kuat.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Sidoarjo

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler