jatimnow.com – Satu pekerja pembersih kaca di Kawasan Pakuwon Indah, Lakarsantri Surabaya, yang terjebak di gondola saat hujan disertai angin kencang dinyatakan tewas.
Sementara satu lainnya selamat dan menjalani perawatan medis. Laporan kejadian diterima petugas pada pukul 14.22 WIB. Satu menit berselang, tim rescue diberangkatkan dan tiba di lokasi pukul 14.28 WIB. Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 17.25 WIB.
Kepala Bidang Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Surabaya, Moch. Rokhim, menjelaskan bahwa terdapat dua unit gondola yang beroperasi saat kejadian. Gondola pertama berhasil turun dengan selamat hingga lantai dasar. Namun gondola kedua terhenti di lantai 26 setelah dihantam angin kencang dan hujan lebat.
Baca juga: Antisipasi Banjir Rob, BPBD Surabaya Petakan Wilayah Rawan di Pesisir
“Cuaca berubah sangat cepat. Gondola kedua tersendat di atas dan posisinya sudah tidak stabil karena terpukul angin. Tim langsung melakukan pengamanan dan penyelamatan dengan prosedur khusus mengingat ketinggian dan kondisi angin yang masih berisiko,” ujar Rokhim.
Dalam gondola kedua terdapat dua pekerja. Salah satu korban, Ribut Boediyanto (56), warga Tambak Wedi Baru 8/73, berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup dan sadar. Ia kemudian dirujuk ke RS William Booth untuk penanganan lebih lanjut. Sementara rekannya, Eddy Suparno (51), warga Tambak Wedi Baru 7/16, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Baca juga: Mayat Perempuan Tanpa Busana di Jagir Surabaya Ternyata Penjual Koran Difabel
“Korban yang meninggal diduga terpental keluar dari gondola saat terpaan angin sangat kuat. Proses penurunan jenazah dilakukan secara bertahap dan hati-hati untuk menghindari risiko tambahan,” tambah Rokhim.
Penanganan insiden melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Surabaya, BPBD Surabaya, unsur kepolisian, TGC Pakis, Posko Terpadu Pakis, serta Dinas Sosial.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras tentang risiko pekerjaan di ketinggian, terutama ketika cuaca ekstrem melanda. Evaluasi terhadap standar operasional dan sistem pengamanan gondola dipastikan akan dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Baca juga: Fakta-fakta Remaja Tenggelam saat Main di Waduk Kedurus Surabaya
Reporter: Fatkhur Rizky