Tradisi Tarawih Cepat di Blitar Ini Telah Berlangsung Sejak Ratusan Tahun Lalu

Jumat, 20 Feb 2026 13:59 WIB
Reporter :
jatimnow.com
Foto: Warga mengikuti salat tarawih kilat di Ponpes Mambaul Hikam Blitar. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Tradisi salat tarawih cepat yang berlangsung hanya sekitar 10 menit di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, selalu menjadi perhatian saat Ramadan tiba. Meski dilaksanakan dalam waktu singkat, tarawih tersebut dipastikan tetap sah dan memenuhi rukun serta sunah salat. Tradisi ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.

Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam, KH Dliyauddin Azzamzami Zubaidi menuturkan, pelaksanaan tarawih cepat tidak mengurangi keabsahan ibadah yang dijalankan para jemaah. Menurutnya, seluruh rukun dan syarat sah salat tetap terpenuhi. Bahkan, sunah-sunah dalam salat tarawih juga tetap dilaksanakan meski dengan tempo yang lebih ringkas.

“Walaupun waktunya singkat, rukun dan syarat sahnya tetap dijaga. Sunah-sunahnya juga tetap ada,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Baca juga: KAI Daop 7 Madiun Tutup Perlintasan Sebidang di Blitar, Tegaskan Komitmen Zero Accident

Ia menjelaskan, tradisi tarawih cepat ini bukan hal baru. Praktik tersebut sudah berlangsung sejak pondok pesantren berdiri pada tahun 1907. Sejak awal, tradisi ini menjadi bagian dari kearifan lokal dalam berdakwah dan membumikan ajaran Islam di wilayah tersebut.

Baca juga: Ditemukan Tewas, Perempuan di Blitar Ini Diduga Menjadi Korban KDRT

Pada masa itu, mayoritas warga sekitar bekerja sebagai petani dan buruh yang mengandalkan tenaga fisik. Kondisi kelelahan setelah seharian bekerja membuat sebagian masyarakat kesulitan jika harus melaksanakan tarawih dengan durasi panjang pada malam hari.

\

Melihat kondisi tersebut, para ulama setempat kala itu mencari solusi agar masyarakat tetap dapat menunaikan ibadah tanpa meninggalkan kewajiban mencari nafkah.

Baca juga: Yayasan di Blitar Ini Kenalkan Potensi Pedidikan Melalui Ibadurrahman Fair 2026

“Para ulama dulu mencarikan jalan tengah. Bagaimana warga yang sedang berkembang pemahaman Islamnya tetap bisa bekerja, tetapi juga tidak meninggalkan ibadah,” tuturnya.

Dengan pendekatan tersebut, tradisi tarawih cepat pun diterapkan dan bertahan hingga lebih dari satu abad. Hingga kini, pelaksanaan tarawih singkat tersebut tetap diminati jemaah, terutama warga yang memiliki aktivitas padat di siang hari.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Blitar

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler