jatimnow.com-Satgas MBG dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung melakukan Survei Epidemiologi (SE) ke siswa SMKN 3 Boyolangu. Survey ini merupakan tindak lanjut pasca kejadian diare masal, yang diduga karena menu MBG.
Ratusan siswa di sekolah tersebut mengalami diare usai menyantap menu MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Mutiara Rawa Selatan, di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu. Pihak Satgas sendiri telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium di Surabaya.
Sekretaris Satgas MBG Tulungagung, Sony Welly Ahmadi mengatakan, usai peristiwa diare masal tersebut, mereka SE di SMKN 3 Boyolangu. Survei Epidemiologi merupakan kegiatan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyebarluaskan data penyakit serta masalah kesehatan.
Baca juga: Empat Wilayah Jadi Sasaran Utama Pembangunan Jalan Tulungagung 2026
"Survei epidemiologi dilakukan bersama oleh Dinkes, Puskesman dan DKP Tulungagung untuk menganalisa keluhan dan gejala terhadap anak-anak pascakeluhan diare," ujarnya, Rabu (21/1/2026).
Pemeriksaan dilakukan kepada 2000 pelajar di SMKN 3 Boyolangu. Berdasarkan data, ada 70 pelajar yang tidak masuk sekolah karena izin sakit. Pelajar yang tidak masuk sekolah, akan didata oleh Satgas MBG Tulungagung. Rencananya, petugas akan melakukan pengecekan untuk memastikan keluhan dan penyakit apa yang mereka alami. Survey ini dilakukan dengan cara mengisi kuisioner yang telah dibuat oleh tim kesehatan. Siswa akan menjawab pertanyaan dan nanti hasilnya akan dirangkum petugas.
"Jadi hasil SE ini akan memperkuat hasil uji laboratorium, nantinya akan kami sandingkan antara hasil uji laboratorium dengan hasil SE ini," tuturnya.
Baca juga: SPPG yang Kirim MBG di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung Belum Kantongi SLHS
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Tulungagung, Aris Setiawan menambahkan, secara umum kondisi pelajar sudah mulai membaik. Jika ada keluhan itu disebabkan karena kondisi setiap pelajar berbeda-beda. Pelajar yang sebelumnya mengalami diare kini sudah membaik. Aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut telah berjalan normal.
"Hari ini ada 70 pelajar yang tidak masuk sekolah karena sakit, akan kami verifikasi. Karena belum tentu sakit akibat menyantap MBG," pungkasnya.
Sebelumnya sebanyak 123 pelajar SMKN 3 Boyolangu mengalami diare usai menyantap MBG. Mereka menyantap menu MBG yang dibagikan pada Senin (19/1/2026). Menu makanan MBG yang dikonsumsi siswa berupa nasi putih, ayam bakar, tahu kuning, selada, tomat, sambal kecap dan semangka.
Baca juga: SPPG Pemasok SMKN 3 Boyolangu Diminta Berhenti Sementara Usai Ratusan Siswa Diare
Tim Inafis Polres Tulungagung dan Satgas MBG mendatangi SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu untuk meminta keterangan dan mengambil sampel makanan. Sampel makanan akan dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya. Disisi lain, SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan diminta untuk tidak beroperasi sementara waktu.