Buronan Narkoba Kelas Kakap Tertangkap, Ansor: Bongkar Jaringan Besar

Rabu, 03 Des 2025 07:13 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Dewi ditangkap dalam operasi gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Interpol, dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) di Kamboja, Senin (1/12/2025). (Foto/Tangkapan Layar)

jatimnow.com - Upaya panjang memburu buronan kelas kakap kasus narkotika, Dewi Astutik alias PA (43), akhirnya membuahkan hasil.

Setelah bertahun-tahun menghindari kejaran aparat dan masuk daftar buron Interpol, Dewi ditangkap dalam operasi gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Interpol, dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) di Kamboja, Senin (1/12/2025).

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengonfirmasi keberhasilan penangkapan tersebut dan memastikan pihaknya akan menjemput langsung Dewi untuk dibawa ke Jakarta.

“BNN akan melakukan penjemputan langsung dari Kamboja,” ujarnya.

Dewi Astutik dikenal sebagai salah satu pelaku utama dalam kasus penyelundupan dua ton sabu dengan nilai fantastis mencapai Rp5 triliun.

Baca juga: Ansor Jatim Apresiasi Penghargaan Presiden untuk Mayjen TNI Rudy Saladin dalam Program Swasembada Pangan

Skala kasus tersebut menjadikannya salah satu target prioritas dalam operasi pemberantasan narkotika lintas negara dan salah satu buronan paling dicari oleh aparat Indonesia.

Keberhasilan menangkap Dewi langsung mendapat apresiasi dari Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa’ Safril.

Ia menilai penangkapan ini sebagai momentum penting dalam perang panjang melawan peredaran narkotika.

“Penangkapan Dewi Astutik hanyalah langkah awal. Usut semua yang terlibat dari level atas hingga jaringan paling bawah. Hancurkan seluruh mata rantai narkoba tanpa kompromi,” tegas Musaffa’, Selasa (2/12/2025).

Ia menambahkan bahwa keberhasilan BNN dalam menangkap buronan narkoba adalah kemenangan moral bagi bangsa, terutama dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.

Baca juga: Terancam Bui Demi Burung Cendet, Ansor Jatim Pasang Badan untuk Kakek Masir

“Kami mendukung penuh upaya BNN menindak gembong-gembong besar narkoba. Ini bukan sekadar persoalan hukum, tetapi menyangkut masa depan generasi muda Indonesia,” ujarnya.

Menurut Musaffa’, narkoba bukan hanya merusak individu, tetapi mampu menggerogoti nilai sosial, meretakkan keluarga, hingga mengguncang stabilitas masyarakat secara luas.

\

Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) ini menguraikan alasan kuat di balik dukungan Ansor Jatim terhadap operasi BNN.

“Narkoba adalah ancaman langsung terhadap keberlanjutan bangsa. Dampak nya tidak hanya menghancurkan fisik dan mental pengguna, tetapi juga memutus masa depan generasi muda,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kasus Dewi menunjukkan keterlibatan jaringan kejahatan terorganisir internasional, yang berarti Indonesia menghadapi infiltrasi mafia global.

Dari sisi sosial-ekonomi, nilai sabu Rp5 triliun menggambarkan skala kerusakan yang sangat besar.

Baca juga: Ansor Jatim Dorong Pembatasan HP di Sekolah Demi Pendidikan Berkualitas

Peredaran narkoba meningkatkan kriminalitas, merusak tatanan keluarga, mengganggu produktivitas masyarakat, hingga menambah beban negara dalam rehabilitasi.

“Kerugian yang ditimbulkan jauh lebih besar daripada hanya sekadar nilai barang bukti,” jelasnya.

Musaffa’ menegaskan bahwa Ansor sebagai organisasi kepemudaan berbasis nilai-nilai keagamaan memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga generasi muda.

Pemberantasan narkoba bagi Ansor bukan hanya agenda keamanan, tetapi bagian dari dakwah sosial untuk membentuk karakter pemuda yang kuat dan bermartabat.

“Perang melawan narkoba adalah perang seluruh elemen bangsa. Kami di Ansor Jatim akan selalu berdiri di garda depan menjaga generasi muda,” tegasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler