Pixel Code jatimnow.com

Warga Muhammadiyah, NU hingga LDII di Surabaya Salat Bersama Minta Hujan

Editor : Yanuar D   Reporter : Sujianto
Ratusan warga dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Surabaya menggelar salat dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan. (Foto: Sujianto/jatimnow.com)
Ratusan warga dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Surabaya menggelar salat dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan. (Foto: Sujianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan warga dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Surabaya menggelar salat dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan lapangan Alun-Alun Bangunsari, Kecamatan Krembangan, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan ini menjadi ikhtiar spiritual masyarakat di tengah cuaca panas dan ancaman kekeringan akibat kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga Desember 2026. Doa bersama tersebut juga ditujukan bagi masyarakat Kalimantan yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sejumlah organisasi yang terlibat di antaranya Muhammadiyah Jawa Timur, Muhammadiyah Surabaya, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), serta sejumlah ormas lainnya.

Ketua PCM Krembangan sekaligus panitia kegiatan, Rayhan Mahardika, mengatakan salat dan doa bersama tersebut merupakan tindak lanjut dari imbauan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur untuk mengajak masyarakat memohon hujan kepada Allah SWT.

Menurutnya, kondisi cuaca yang semakin panas serta prediksi kemarau panjang menjadi alasan masyarakat menggelar kegiatan tersebut.

Baca juga:
850 Santri di Lamongan Gelar Salat Istisqa, Prihatin dengan Karhutla Kalimantan

“Kami mengimbau seluruh masyarakat sekitar dan masyarakat luas untuk bersama-sama bermohon kepada Allah Subhanahu wa taala,” kata Rayhan.

Ia berharap hujan segera turun sehingga dampak kemarau dapat berkurang. Doa juga dipanjatkan untuk masyarakat Kalimantan agar hujan dapat membantu meredakan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Kita bermohon kepada Allah agar diturunkan hujan segera mungkin, secepat mungkin, khususnya juga di Kalimantan yang saat ini membutuhkan hujan dari Allah agar kabut asap yang melanda bisa segera selesai dan tertangani dengan air hujan yang Allah turunkan kepada kita sekalian,” ujarnya.

Baca juga:
Warga Muhammadiyah Kediri Gelar Salat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun

Keterlibatan berbagai ormas Islam dalam kegiatan ini menjadi bentuk kebersamaan masyarakat dalam menghadapi dampak kemarau. Panitia berharap hujan segera turun untuk membantu mengurangi risiko kekeringan sekaligus meredakan kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan.

Melalui doa bersama tersebut, masyarakat juga diajak untuk meningkatkan kepedulian terhadap dampak kemarau dan kebakaran hutan yang dirasakan di berbagai daerah.