Pixel Code jatimnow.com

Upacara Hari Santri di Lamongan, Peserta Kelelahan Hingga Pingsan

Editor : Bramanta   Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Penanganan peserta pingsan dan kelelahan saat upacara HSN 2026 di Pemkab Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Penanganan peserta pingsan dan kelelahan saat upacara HSN 2026 di Pemkab Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com -  Pelaksanaan upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Lamongan diwarnai insiden peserta pingsan.

Sejumlah peserta mengalami kelelahan hingga pingsan saat apel berlangsung, tepatnya ketika Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menyampaikan amanat upacara.

Dari pantauan 5 peserta mengalami kelelahan dengan gejala sesak nafas dan harus ditarik dari barisan apel untuk mendapat perawatan. Sebanyak 3 peserta pingsan tak sadarkan diri dilarikan menuju layanan kesehatan terdekat.

Tenaga medis dari unit publik safety center (PSC) 119 Dinas Kesehatan Lamongan mengerahkan dua armada ambulans. Peserta yang mengelami kelelahan dan pingsan berasal dari kalangan pelajar.

Baca juga:
Kasus Penusukan di Lamongan Diduga Bermotif Cinta Segitiga

Dalam peringatan HSN 2026, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mendorong untuk melakukan penguatan peran pentren. Ia meminta agar hari santri tak hanya diperingati seremonial melainkan harus berjalan sinergis.

“Semangat itu sekarang kita lanjutkan. Ada tiga fungsi pesantren yang ditekankan Pak Menteri Agama, yakni fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).

Baca juga:
UMKM Lamongan Dibekali Cara Kembangkan Usaha Lewat Platform Digital

Menurutnya, keberadaan pesantren memiliki posisi strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat kehidupan sosial masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan pertunjukan seni dari sejumlah sekolah dan santri mulai dari Tari Saman santriwati Pondok Pesantren Raudhatul Qur'an dan shalawat bela negara.