jatimnow.com - Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di kawasan permukiman transmigrasi Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mendapat pembekalan khusus strategi dagang daring untuk memperluas jangkauan pembeli ke luar pulau.
Pelatihan digital marketing digagas mahasiswa Tim Ekspedisi Patriot 18 Kementerian Transmigrasi dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya di balai pertemuan Satuan Permukiman (SP) 4, Senin (14/9).
Kegiatan menghadirkan pengrajin dan pedagang olahan pangan dari SP 1 sampai SP 4 yang membentang di Distrik Prafi dan Distrik Aimasi.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot 18 Unair, Fatin Fadhilah Hasib, memandu langsung sesi pemanfaatan media sosial serta toko daring sebagai sarana penjualan produk lokal.
Sebelum kelas dimulai, tim kampus asal Surabaya berkeliling menyambangi rumah-rumah warga bersama perangkat desa untuk mencatat kebutuhan ril para pemilik usaha rumahan.
Baca juga:
Bongkar Rahasia Iklan Digital, UMKM Prafi Berguru ke Pakar Asal Surabaya
"Kami memetakan langsung persoalan tiap pelaku usaha dari pintu ke pintu agar materi penjualan online yang diajarkan tepat sasaran," tutur Fatin di hadapan peserta.
Warga menyambut sesi pelatihan dengan antusias, terutama saat berdiskusi seputar peluang produk pertanian dan pangan khas transmigran masuk ke pasar skala nasional.
Dukungan penuh datang dari Kepala Kampung SP 1 dan SP 3 yang hadir mengawal warganya menyerap keterampilan baru.
Baca juga:
Bidik Pasar Luar Papua, UMKM Prafi Dibekali Izin Usaha dan Foto Dagangan
Aparatur kampung meminta para perajin dan pedagang memanfaatkan ilmu pemasaran digital agar penghasilan keluarga bertambah tanpa harus bergantung pada pembeli yang melintas di sekitar permukiman semata.
Pendampingan lapangan perguruan tinggi asal Jawa Timur menjadi ikhtiar nyata memangkas kesenjangan ekonomi masyarakat pedalaman lewat kemandirian teknologi.