Pixel Code jatimnow.com

Lita Machfud Arifin Dorong Budaya Tertib Lalu Lintas, Gandeng Polda-Jasa Raharja

Editor : Ni'am Kurniawan  
Edukasi sekaligus sambutan Lita Machfud Arifin kepada para ojol dan pengendara jalan (foto: Tim LMA for jatimnow.com)
Edukasi sekaligus sambutan Lita Machfud Arifin kepada para ojol dan pengendara jalan (foto: Tim LMA for jatimnow.com)

jatimnow.com - Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Lita Machfud Arifin, membuka kegiatan Sosialisasi Edukasi Keselamatan Berkendara (Safety Riding). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan dan kedisiplinan dalam berlalu lintas.

Kegiatan tersebut menghadirkan perwakilan PT Jasa Raharja dan Kepolisian Daerah Jawa Timur sebagai narasumber, serta melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar, guru, pengemudi ojek online (ojol), hingga tokoh masyarakat.

Turut hadir Nur Istiqlal, Kepala Bagian Administrasi PT Jasa Raharja Jawa Timur. Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah AKP Yulian Putra Prasviawan, S.T.K., S.I.K., Kanit Dikmas Satlantas Polda Jawa Timur, serta Welma Valerie Edison, Staf Administrasi Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Lita menegaskan bahwa keselamatan berkendara bukan sekadar persoalan mematuhi aturan lalu lintas, melainkan menyangkut tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan pengguna jalan lainnya.

“Setiap orang memiliki tujuan dan kepentingan yang berbeda ketika berada di jalan raya. Namun, kita memiliki satu kepentingan yang sama, yaitu ingin sampai di tujuan dengan selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga,” ujar Lita, dalam siaran resminya, Jumat (16/10/2026).

Ia mengingatkan bahwa kecelakaan dapat terjadi kapan saja, termasuk dalam perjalanan jarak dekat yang sering kali membuat pengendara lengah. Karena itu, penggunaan helm berstandar keselamatan, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, serta pengendalian kecepatan harus menjadi kebiasaan setiap pengendara.

Lita juga memberikan perhatian khusus kepada pelajar dan generasi muda agar tidak menjadikan jalan raya sebagai tempat menunjukkan keberanian melalui aksi kebut-kebutan atau pelanggaran lalu lintas.

“Jalan raya bukan tempat untuk membuktikan siapa yang paling berani. Keberanian yang sesungguhnya adalah mampu mengendalikan diri, mematuhi aturan, dan menjaga keselamatan orang lain,” tegasnya.

Kepada para pengemudi ojek online, Lita memahami bahwa jalan raya merupakan ruang utama untuk mencari nafkah. Namun, ia mengingatkan agar tuntutan menyelesaikan pesanan tidak membuat pengemudi mengabaikan keselamatan.

Baca juga:
Konsolidasi NasDem Jatim di Malang Raya Targetkan Sejumlah Hal Ini

Ia mengimbau para pengemudi untuk tidak menggunakan telepon genggam saat kendaraan sedang berjalan, tidak memaksakan diri ketika lelah atau mengantuk, serta berhenti di tempat aman apabila perlu memeriksa aplikasi atau menerima pesanan.

“Penghasilan memang penting, tetapi keselamatan adalah modal utama untuk terus bekerja dan menghidupi keluarga. Lebih baik terlambat menyelesaikan satu pesanan daripada tidak pernah sampai di rumah untuk bertemu keluarga,” ungkapnya.

Sebagai Anggota DPR RI Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda, dan olahraga, Lita juga memandang edukasi keselamatan berlalu lintas sebagai bagian dari pendidikan karakter. Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya dibekali kecerdasan akademik, tetapi juga perlu membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

Ia menekankan bahwa pembentukan budaya tertib berlalu lintas harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keteladanan orang dewasa menjadi penting agar anak-anak terbiasa menggunakan perlengkapan keselamatan, mematuhi aturan, serta menghormati hak pengguna jalan lainnya.

Baca juga:
Lita Machfud Arifin Ajak Warga Surabaya Aktif Bergerak Lewat GEMAR

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya berkendara secara aman dan bertanggung jawab. Materi sosialisasi dari unsur kepolisian dan Jasa Raharja juga menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas.

Lita berharap edukasi keselamatan berkendara tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan meremehkan jarak dekat, jangan menukar keselamatan dengan kecepatan, dan jangan lupa bahwa ada keluarga yang menunggu kita pulang,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab seluruh pengguna jalan, demi mengurangi risiko kecelakaan dan menciptakan budaya berlalu lintas yang aman, tertib, dan beradab.