Pixel Code jatimnow.com

Panen Perdana Tebu Program Bongkar Ratoon, Ini Harapan Plt Bupati Tulungagung

Editor : Bramanta  
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin saat menghadiri panen perdana tebu. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin saat menghadiri panen perdana tebu. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin menghadiri panen tebu perdana program bongkar ratoon di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman. Program ini sedang digalakkan oleh pemerintah untuk meningkatkan panen petani tebu.

Baharudin mengatakan melalui program bongkar ratoon, diharapkan dapat meningkatkan kuantitas produksi tebu di Tulungagung. Program nasional tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan produktivitas tebu untuk mencapai swasembada gula.

"Target program bongkar ratoon ini bertujuan meningkatkan produksi tanaman tebu. Dimana lahan satu hektar tebu yang semula menghasilkan 60 ton bisa naik menjadi 90 hingga 120 ton," ujarnya, Rabu (7/10/2026).

Berdasarkan data, pada musim giling tahun 2025 luas area tanaman tebu di Tulungagung mencapai 3.862 hektare dengan produksi mencapai 369.979 ton tebu basah. Jumlah tersebut mengalami kenaikan pada musim giling tahun 2026. Dalam program ini, petani mendapat subsidi bibit hingga biaya orang kerja dan pupuk dari pemerintah.

"Untuk jenis bibit tebu sesuai dengan permintaan petani," terangnya.

Dengan dilaksanakan program bongkar ratoon, dapat memperluas areal tanaman tebu petani di Tulungagung. Tidak hanya meningkatkan kuantitas, tapi juga kualitas tanaman tebu.

Baca juga:
Pulang Dalam Kondisi Mabuk, Bapak di Tulungagung Dianiaya Anaknya

"Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani tebu," paparnya.

Sementara itu, GM PG Modjopanggoong Tulungagung, Agus Budi Juwono menambahkan, program bongkar ratoon dapat meningkatkan produktivitas tanaman tebu. Jika sebelumnya hanya memproduksi 60 ton per hektare, kini bisa memperoleh 90 sampai 120 ton per hektare.

"Tahun ini luasan tanam tebu dalam program bongkar ratoon sekitar 500 hektare dan tahun depan akan bertambah lagi," imbuhnya.

Baca juga:
Niat Bersihkan Ladang, Lansia di Tulungagung Tewas Terbakar

Sedangkan untuk produksi gula PG Modjopanggong Tulungagung mengalami kenaikan 10 persen. Dengan total produksi mencapai 28.000 ton.

"Batas rendemen bagus di atas 8. Kalau tahun kemarin itu 6,5 akibat musim hujan," pungkasnya.