jatimnow.com - Sembilan siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini terjadi pada Rabu (16/9/2016).
Keluhan tersebut mulai muncul setelah siswa menerima dan menyantap makanan yang dibagikan sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelumnya, makanan MBG tersebut disebut telah dicicipi oleh petugas SPPG maupun guru namun tidak ditemukan keluhan.
Wakil Kepala SLB Negeri 1 Kota Blitar, Yulia, mengatakan distribusi makanan pada awalnya berjalan seperti biasa.
“Datang seperti biasa, petugas menaruh makanannya juga seperti biasa. Oleh petugas SPPG sudah dicicipi, guru juga mencicipi dan tidak ada gejala apa pun,” ujarnya, Kamis (17/9/2026).
Kemudian para siswa seperti biasa mengambil makanan sekitar pukul 09.00 WIB. Tak lama berselang salah seorang siswa mengeluhkan sakit perut. Pihak sekolah kemudian membawa siswa tersebut ke puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan. Sesampainya di unit gawat darurat, siswa yang mengalami keluhan ternyata bertambah.
“Karena itu sudah ada yang mengambil dan makan, kemudian ada satu yang sakit perutnya, kami bawa ke puskesmas,” tuturnya.
Tercatat sembilan siswa mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG. Salah satu siswa bahkan sempat pingsan sehingga kemudian dibawa ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Yulia menjelaskan, kondisi siswa yang merupakan anak berkebutuhan khusus membuat mereka tidak selalu bisa langsung menyampaikan ketika merasakan sakit.
“Yang dibawa ke RSUD ini pingsan, mungkin karena menahan sakit. Anak-anak di sini kan berkebutuhan khusus, jadi mereka tidak langsung memberi tahu kalau ada gejala sakit,” jelasnya.
Pihak sekolah juga sempat melakukan upaya pertolongan awal dengan memberikan air kelapa, sembari membawa siswa yang mengalami keluhan untuk mendapatkan penanganan medis. Adapun makanan MBG yang dikonsumsi siswa pada hari itu terdiri dari kacang kapri, rolade telur, melon, dan tahu.
Baca juga:
Ajak Anak Demo, Wakil Wali Kota Blitar Dilaporkan Polisi
Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, Agus Saptoni, membenarkan adanya satu siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar yang mendapat penanganan di rumah sakit. Siswa tersebut datang ke RSUD setelah kapasitas tempat tidur di puskesmas penuh. Saat tiba di rumah sakit, siswa mengalami mual dan sempat muntah satu kali.
“Kemarin memang benar ada satu siswa SLB 1 Kota Blitar dibawa ke RSUD Mardi Waluyo, bukan rujukan dari puskesmas, tetapi karena kapasitas kasur di puskesmas penuh sehingga langsung dibawa ke sini,” terangnya.
Setelah menjalani observasi dan mendapatkan penanganan, kondisi siswa berangsur membaik. Siswa tersebut kemudian diperbolehkan pulang.
“Di sini kondisinya mual dan sempat muntah satu kali. Kemudian kita observasi, kondisinya membaik dan dinyatakan boleh pulang. Pembiayaannya menggunakan BPJS,” imbuhnya.
Baca juga:
Korban Virgo Transport 8 Asal Blitar, Adik Meninggal Kakak Masih Dicari
Agus menegaskan, pihak rumah sakit sejauh ini hanya menangani keluhan medis yang dialami pasien. Sementara untuk memastikan penyebab keluhan tersebut, termasuk apakah berkaitan dengan makanan MBG, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Untuk keracunan atau tidak, mungkin Dinas Kesehatan yang mengambil sampelnya. Kami hanya melakukan perawatan yang masuk di UGD,” terangnya.
Ia mengatakan dugaan keracunan belum dapat dipastikan. Kepastian mengenai penyebab keluhan siswa masih menunggu hasil pemeriksaan sampel oleh Dinas Kesehatan.
“Indikasi bisa saja keracunan, namun hasil pasti menunggu sampel muntahan yang diperiksa Dinkes,” pungkasnya.
URL : https://jatimnow.com/baca-87591-siswa-slb-di-kota-blitar-alami-keracunan-usai-konsumsi-mbg