jatimnow.com - Stasiun Pengisian Baham Bakar Umum (SPBU) di Jember dan Lumajang mengalami antrean panjang, sejak Sabtu, (5/9/2026), hingga hari ini, Senin (7/9/2026).
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyebut, hal itu disebabkan oleh kemacetan yang terjadi di Ketapang Banyuwangi.
Untuk memastikan kelancaran, penyaluran BBM khususnya Pertalite, di Jember dan Lumajang terus dilakukan. Saat ini mulai diperkuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU Jember sejak Sabtu, 5 September 2026, terutama dipicu oleh kendala distribusi akibat kemacetan panjang di wilayah Ketapang, Banyuwangi yang berdampak pada waktu tempuh mobil tangki menuju SPBU.
Kemacetan di jalur Ketapang, Banyuwangi mencapai sekitar 12 kilometer, terjadi seiring dengan adanya kegiatan revitalisasi kapasitas dermaga ASDP. Kondisi tersebut membuat pengiriman BBM ke wilayah Jember dan sekitarnya tidak berjalan optimal.
Di sisi lain, peningkatan konsumsi akibat kekhawatiran masyarakat atau panic buying turut memberikan tekanan terhadap ketersediaan BBM di SPBU. Konsumsi produk gasoline megalami peningkatan dibanding kondisi normal.
Sebagai langkah percepatan, Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait di wilayah Jember, Lumajang dan sekitarnya untuk memastikan ketersediaan BBM di SPBU tetap terjaga.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memetakan kebutuhan di masing-masing wilayah, mengatur prioritas pengiriman, serta memperkuat pasokan Pertalite melalui optimalisasi dan alih supply, sehingga distribusi dapat berjalan lebih lancar dan kondisi antrean di SPBU dapat segera terurai.
Baca juga:
Polisi Ungkap Aksi Borong Pertalite di Jember, Dijual Kembali ke Pom Mini
Pertamina merespons kebutuhan tersebut dengan memperkuat penyaluran. Pada 5 September 2026, realisasi supply Pertalite telah mencapai sekitar 110 persen yang menunjukkan bahwa proses build up stok di SPBU mulai berjalan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan Pertamina terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga ketersediaan BBM dan mempercepat normalisasi kondisi di lapangan.
“Kami memahami adanya antrean yang terjadi di sejumlah SPBU Jember, Lumajang dan sekitarnya. Pertamina terus memperkuat penyaluran dan mengatur prioritas pengiriman, khususnya untuk SPBU di pusat kota," ungkapnya.
"Di saat yang sama, kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan,” sambungnya.
Baca juga:
Polisi Ungkap Alasan Pembukaan Police Line SPBU Tegal Besar Jember
Untuk mempercepat normalisasi, Pertamina melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten untuk mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Pertamina juga berkoordinasi dengan IT Tanjungwangi untuk memprioritaskan pengiriman ke SPBU di pusat kota serta meminta dukungan alih supply dari IT Surabaya dan IT Malang untuk memenuhi kebutuhan SPBU.
Dengan demikian, armada dapat lebih difokuskan untuk memperkuat penyaluran BBM di wilayah Jember, Lumajang dan Sekitarnya.
Pertamina memastikan ketersediaan BBM tetap menjadi prioritas dan penyaluran terus dipantau secara berkala. Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir atau melakukan pembelian secara berlebihan karena Pertamina terus melakukan penguatan supply dan penyesuaian distribusi hingga kondisi kembali normal.
Pertamina juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pengawasan. Apabila menemukan indikasi penyalahgunaan atau pelayanan yang tidak sesuai ketentuan di SPBU, masyarakat dapat menyampaikan laporan.