Pixel Code jatimnow.com

Cegah Kanker Serviks Sejak Dini, Pemkot Kediri Perluas Vaksinasi HPV untuk Siswi SD

Editor : Yanuar D  
Ilustrasi. (Foto: Mufid Majnun/Unsplash)
Ilustrasi. (Foto: Mufid Majnun/Unsplash)

jatimnow.com - Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan terus memperluas cakupan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) bagi siswi sekolah dasar sebagai langkah pencegahan kanker serviks sejak usia dini.

Program tersebut menjadi bagian dari Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang berlangsung sepanjang Agustus 2026 dan dilaksanakan serentak di berbagai SD maupun MI di Kota Kediri.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kediri, Hendik Supriyanto, menjelaskan bahwa vaksin HPV diberikan untuk melindungi anak perempuan dari risiko kanker leher rahim ketika memasuki usia dewasa.

“Tujuan dilaksanakan vaksin HPV adalah untuk mencegah terjadinya kanker leher rahim atau kanker cervix pada usia dewasa,” kata Hendik, Rabu (19/8/2026).

Ia menerangkan, sasaran vaksinasi HPV dalam program BIAS adalah siswi kelas 5 SD dan MI. Sementara itu, siswa kelas 1 mendapatkan imunisasi campak dan rubella.

Pelaksanaan imunisasi dilakukan secara bertahap oleh masing-masing puskesmas sesuai wilayah kerja dan jadwal sekolah. Banyaknya sekolah yang menjadi sasaran membuat kegiatan vaksinasi berlangsung hampir setiap hari di sejumlah lokasi.

Baca juga:
Hari Kartini, YKI Lamongan Gaungkan Gerakan Sadari hingga Skrining Kanker Serviks

“Jadi masing-masing puskesmas ini buat jadwal sendiri di wilayah sekolahan masing-masing. Jadi banyak sekali, setiap hari ada di beberapa. Ya, seluruh sekolah SD, MI,” jelasnya.

Dinkes Kota Kediri juga menyiapkan langkah edukasi bagi orang tua yang masih ragu memberikan izin vaksinasi kepada anaknya. Menurut Hendik, keraguan tersebut umumnya dipicu minimnya pemahaman mengenai manfaat vaksin HPV maupun kekhawatiran terhadap efek samping yang mungkin timbul.

“Nantikan kita lakukan edukasi. Kadang-kadang mereka memang belum paham apa maksud tujuannya, dan kadang-kadang yang berarti juga kekhawatiran efek samping. Perlu kita jelaskan sehingga orang tua memahami dan mau untuk divaksin anaknya,” terangnya.

Baca juga:
Periksa Kanker Serviks Termurah di Indonesia Ada di Tulungagung, Kok Bisa?

Hendik menegaskan, hingga saat ini Dinkes Kota Kediri belum menemukan kejadian efek samping berat pascavaksinasi HPV yang mengharuskan penerima menjalani perawatan di rumah sakit.

Karena itu, ia mengimbau para orang tua dan wali murid agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial. Jika menemukan informasi yang meragukan, masyarakat diminta melakukan konfirmasi kepada tenaga kesehatan atau pihak yang berkompeten agar memperoleh penjelasan yang benar.

“Jadi, mohon untuk orang tua, wali murid, itu jangan terlalu makan oleh TikTok, berita hoax sekarang banyak ya, jadi harus kita konfirmasi, kalau ada berita hoax kita konfirmasi ke yang lebih paham, sehingga bisa mendapatkan penjelasan yang secara benar,” tegasnya.