jatimnow.com - Ratusan pasang mata tertuju ke Stadion Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) saat sejumlah bintang sepak bola nasional turun ke lapangan dalam laga pembuka Super Copa 100 Tahun PMDG, Sabtu (31/5/2026). Tak sekadar menjadi tontonan, pertandingan ekshibisi antara Timnas All Star melawan Gontor FC juga menjadi sarana pembelajaran bagi para santri tentang sportivitas, disiplin, dan kerja keras dalam meraih prestasi.
Atmosfer pertandingan berlangsung meriah. Kehadiran sejumlah nama besar seperti Ferdinand Sinaga, Selvio Escobar, Bagus Kahfi, Bagas Kaffa, hingga King Polo sukses menarik perhatian masyarakat dan para santri yang memadati stadion di Jalan Raya Ponorogo-Mlarak, Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo.
Ketua Umum Panitia Peringatan 100 Tahun PMDG, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, mengatakan olahraga memiliki nilai pendidikan yang tidak kalah penting dibandingkan bidang lainnya. Melalui pertandingan tersebut, para santri dapat belajar dari pengalaman dan perjalanan para atlet yang telah berkiprah di level tertinggi sepak bola Indonesia.
“Santri belajar sportivitas dalam gelaran Super Copa 100 Tahun Pondok Gontor,” ujar Hamid.
Menurutnya, kehadiran para pemain nasional bukan hanya untuk memeriahkan turnamen, melainkan memberikan inspirasi kepada para santri agar berani mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Kami ingin menunjukkan kepada para santri bahwa siapa pun bisa berprestasi di bidangnya masing-masing. Yang penting dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab,” katanya.
Ia menilai dunia olahraga dapat menjadi salah satu pilihan masa depan bagi santri yang memiliki bakat dan kemampuan di bidang tersebut. Bahkan, tidak menutup kemungkinan ada santri Gontor yang kelak mampu menembus level nasional.
Baca juga:
Timnas Indonesia U17 Gilas Yaman 4-1, Ini Pesan Penting Erick Thohir
“Mungkin ada santri Gontor yang memiliki kemampuan luar biasa dan bisa menjadi pemain nasional. Itu tidak ada masalah,” ungkapnya.
Hamid mencontohkan salah satu alumni yang menekuni dunia olahraga basket hingga akhirnya menjadi pelatih bagi sejumlah sekolah Islam di Jakarta. Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi sarana pengabdian sekaligus media dakwah di tengah masyarakat.
“Olahraga bukan sesuatu yang tidak penting. Ini bisa menjadi alternatif pengabdian bagi santri setelah lulus. Mereka tetap bisa berdakwah melalui bidang yang mereka tekuni,” jelasnya.
Baca juga:
Kualifikasi Piala Asia U-17, Indonesia - Australia Bermain Imbang
Selain menghadirkan laga ekshibisi Timnas All Star melawan Gontor FC, Super Copa 100 Tahun PMDG juga diikuti 16 klub dari berbagai daerah. Di antaranya Persebaya Development, Persida Sidoarjo, Pelita Jabon Putra FC, Radjawali FC, S Parman FC Sampit, Sekar Jagad FC, dan YSBI Surabaya. Turnamen tersebut berlangsung mulai 31 Mei hingga 28 Juni 2026.
Salah seorang penonton, Budi Setyo, mengaku sengaja datang untuk menyaksikan langsung para pemain yang selama ini hanya dilihatnya melalui layar televisi maupun media sosial.
“Memang sengaja datang untuk melihat Timnas All Star. Tadi ada Ferdinand Sinaga dan Gunawan. Jarang-jarang bisa melihat mereka bermain langsung di Ponorogo,” pungkasnya.