jatimnow.com - Perseteruan opini antara Habib Rizieq Shihab (HRS) dan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman yang memanas di ruang publik memicu respons dari tokoh muda Jawa Timur.
Habib Mahdi Kherid, tokoh agama asal Malang, mengingatkan agar para elite tidak memperkeruh suasana melalui pernyataan yang minim basis data.
"Negara hanya bisa melangkah maju kalau pondasinya ilmu dan persaudaraan, bukan kecurigaan," ujar Mahdi saat ditemui di Malang, Jumat (08/5/2026).
Ketegangan bermula saat cuplikan video Habib Rizieq viral, yang mengaitkan pidato Presiden Prabowo Subianto tentang "silakan kabur ke Yaman" dengan pengaruh pihak-pihak tertentu.
Mahdi menilai, spekulasi tersebut sangat berisiko membelah opini masyarakat di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas nasional.
Menurut pria yang menjabat Wakil Ketua PW Ansor Jawa Timur tersebut, masyarakat harus melihat posisi Presiden sebagai kepala negara secara utuh.
Baca juga:
Bebas Bersyarat, HRS Langsung Pulang ke Petamburan
Prabowo memiliki otoritas penuh dalam menentukan arah komunikasi politiknya, tanpa perlu didikte atau diseret ke dalam sentimen kelompok tertentu.
Ia menduga, ucapan Presiden bisa saja bersifat spontanitas sebagai bentuk ketegasan, bukan hasil intervensi pihak luar seperti yang dituduhkan.
"Mari kita budayakan husnuzan. Jangan sampai polemik ini melebar kemana-mana padahal tantangan global kita sedang berat-beratnya," tambah Mahdi.
Baca juga:
Demo Tutup Holywings di Grahadi Surabaya, Berkibar Bendera Bergambar Habib Bahar
Ia berharap seluruh elemen bangsa, terutama para tokoh yang memiliki basis massa besar, lebih menahan diri dalam melontarkan kritik.
Alih-alih memicu debat kusir, Mahdi mendorong adanya dialog yang lebih sejuk guna mendukung transisi pemerintahan yang kondusif.
URL : https://jatimnow.com/baca-84371-wakil-ketua-ansor-jatim-respons-perseteruan-rizieq-shihab-dan-dudung