Pixel Code jatimnow.com

Tim SAR Perluas Pencarian Nelayan Hilang di Gresik, Helikopter Dikerahkan

Editor : Ni'am Kurniawan   Reporter : Dadang Kurnia
Tim SAR gabungan melakukan pemantauan melalui udara. (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)
Tim SAR gabungan melakukan pemantauan melalui udara. (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com – Upaya pencarian terhadap Hajib (55), seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kabupaten Gresik, terus diintensifkan. Tim SAR gabungan memperluas radius area pencarian hingga mengerahkan armada helikopter untuk melakukan pemantauan dari udara.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus Search Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P.H., turun langsung memimpin manuver udara ini dengan didampingi oleh Kepala Seksi Operasi, Didit Arie R.

Menggunakan helikopter BASARNAS jenis Dauphin AS365 N3+ HR 3601, tim lepas landas dari Skuadron 400 Wing Udara II Juanda dan langsung menyisir titik koordinat perairan Gresik.

“Pemantauan udara mencakup area seluas sekitar 16 nautical mile square (mil laut persegi). Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendukung operasi SAR guna menjangkau area yang lebih luas dan memantau kondisi permukaan laut secara menyeluruh,” jelas Nanang.

Manuver udara tersebut turut dibarengi dengan pergerakan taktis di jalur laut. Operasi pencarian membagi kekuatan menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) yang bertugas menyisir perairan di dua sektor berbeda sesuai dengan peta operasi (SAR Map).

Baca juga:
Dua Hari Hilang, Nelayan Sampang Ditemukan Tewas di Muara Sreseh

SRU 1 bermanuver melakukan penyisiran di area seluas 3,85 mil laut, sementara SRU 2 menyisir area seluas kurang lebih 1,84 mil laut. Armada yang dikerahkan meliputi perahu karet (rubber boat) serta kapal patroli milik Ditpolairud Polda Jawa Timur.

Komandan Tim Rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya yang bertugas di lapangan, Chandra Kriatyawan, membeberkan bahwa operasi laut ini berhadapan dengan risiko tinggi. Kendala utama yang dihadapi petugas adalah titik area pencarian yang beririsan langsung dengan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).

Baca juga:
Nelayan Hilang di Sumenep Ditemukan Selamat, Kisahnya Bikin Merinding!

"Area pencarian ini sangat padat lalu lintas. Kami harus bermanuver dengan ekstra hati-hati karena banyaknya kapal-kapal besar niaga yang melintas di alur tersebut," terang Chandra.

Guna menyiasati luasnya area perairan, Tim SAR gabungan juga menerapkan strategi komunikasi dengan menyebarluaskan informasi (broadcast) kepada kapal-kapal dan nelayan tradisional yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Hal ini dilakukan agar mereka dapat segera melapor jika melihat tanda-tanda atau objek yang mencurigakan terkait keberadaan korban.