jatimnow.com - Belasan balon udara diamankan Polsek Durenan Trenggalek saat pengamanan Lebaran Ketupat beberapa waktu lalu. Jumlah balon udara yang diamankan ini menurun dibanding tahun lalu. Polisi menyebut hal dikarenakan adanya kesadaran dari masyarakat terhadap bahaya menerbangkan balon udara.
Kapolsek Durenan Iptu Sagi Janitra mengatakan, penertiban dilakukan oleh petugas gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, dan PLN melalui penyisiran di sejumlah desa. Dari hasil operasi tersebut, petugas mengamankan 10 balon udara berukuran sedang hingga besar di wilayah Durenan, serta enam balon lainnya di kawasan Kota Trenggalek.
"Balon udara tersebut rencananya akan diterbangkan oleh remaja dan anak-anak di area perkampungan dan persawahan sebagai bagian dari tradisi Lebaran Ketupat," ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Baca juga:
449 Jemaah Haji Trenggalek Tiba di Kampung Halaman, 3 Wafat di Tanah Suci
Selanjutnya, seluruh balon udara yang diamankan dibawa ke Mapolsek Durenan untuk dimusnahkan. Jumlah temuan tahun ini tercatat menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Selain balon udara, petugas juga mengamankan petasan termasuk petasan berukuran lima sentimeter dan petasan renteng. Terdapat 27 anak yang terlibat dalam penerbangan balon udara ini. Namun, mereka tidak diproses hukum dan hanya diberikan pembinaan lalu dikembalikan ke orang tua," terangnya.
Baca juga:
Ribuan Mitra MBG di Trenggalek Gelar Aksi Damai, Dukung Program Tetap Berlanjut
Penertiban ini dilakukan untuk mencegah potensi bahaya seperti kebakaran, gangguan jaringan listrik, hingga risiko terhadap keselamatan penerbangan. Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya balon udara tanpa kendali, meskipun kegiatan tersebut telah menjadi tradisi dalam perayaan Lebaran Ketupat.