Pixel Code jatimnow.com

Setahun Pimpin Jember, Muhammad Fawait Fokus Perkuat Pelayanan Dasar

Editor : Bramanta   Reporter : Sugianto
Foto : Pemkab Jember gelar refleksi setahun kepemimpinan pasangan Muhammad Fawait dan Djoko Susanto(Diskominfo/jatimnow.com))
Foto : Pemkab Jember gelar refleksi setahun kepemimpinan pasangan Muhammad Fawait dan Djoko Susanto(Diskominfo/jatimnow.com))

jatimnow.com-Genap satu tahun memimpin Kabupaten Jember sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan fokus pemerintahannya pada pembenahan pelayanan dasar di tengah tekanan fiskal dan tingginya angka kemiskinan.

Refleksi satu tahun kepemimpinan bertajuk “Setahun Berkarya, Maju Bersama Rakyat” digelar Pemerintah Kabupaten Jember, Jumat (20/2/2026). Agenda tersebut menjadi forum pemaparan capaian strategis sekaligus evaluasi perjalanan pemerintahan pasangan Muhammad Fawait dan Djoko Susanto.

Pada awal masa jabatan, Gus Fawait dihadapkan pada persoalan serius di sektor kesehatan. Tiga rumah sakit daerah menanggung beban hingga Rp214 miliar, sementara operasional rumah sakit disebut dalam tekanan akibat keterbatasan anggaran dan suplai kebutuhan medis.

Sebagai langkah strategis, Pemkab menetapkan kebijakan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas. Sejak 1 April 2025, seluruh warga Jember dapat mengakses layanan kesehatan gratis hanya dengan menunjukkan KTP, tanpa surat keterangan tidak mampu.

Kebijakan tersebut diklaim tidak hanya memperluas akses kesehatan masyarakat, tetapi juga memulihkan stabilitas keuangan rumah sakit daerah yang kini menunjukkan peningkatan pendapatan signifikan.

Di sektor administrasi kependudukan, Pemkab menghadirkan 68 ribu blanko KTP untuk menyelesaikan tunggakan pencetakan periode 2019–2024. Melalui program PETA CINTA, layanan pencetakan KTP kini dapat dilakukan di kecamatan, sehingga masyarakat tidak perlu lagi ke pusat kota.

Baca juga:
SDN Pecoro 02 Jember Disegel Ahli Waris, Pemkab Pastikan Siswa Tetap Sekolah

Sementara di bidang pendidikan, tercatat 1.532 gedung sekolah dalam kondisi rusak berat. Pemerintah daerah melakukan pembaruan menyeluruh data Dapodik, sehingga memperoleh dukungan revitalisasi sekolah terbesar dari pemerintah pusat dalam sejarah Kabupaten Jember.

Selain itu, hampir 8 ribu mahasiswa menerima beasiswa afirmasi ekonomi hingga lulus, termasuk beasiswa khusus bagi santri.

Sektor pertanian turut diperkuat melalui optimalisasi lahan, bantuan alat dan benih, serta penguatan infrastruktur. Total anggaran pertanian tahun 2025 yang bersumber dari APBN dan APBD disebut menjadi yang terbesar dalam empat dekade terakhir.

Baca juga:
Kejahatan Online Meningkat, Indosat Hadirkan IM3 SATSPAM+

Menghadapi kebijakan efisiensi transfer pusat, Pemkab Jember memilih strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa menaikkan pajak. Melalui optimalisasi potensi dan penertiban kebocoran, PAD Jember meningkat sekitar 32 persen, menjadikannya salah satu daerah dengan kenaikan signifikan di Jawa Timur.

“Tahun 2025 adalah fondasi. Kita pastikan pelayanan dasar berdiri kokoh. Tahun 2026 adalah percepatan,” ujar Gus Fawait.

Refleksi satu tahun kepemimpinan ini menegaskan arah pembangunan Jember yang difokuskan pada penguatan pelayanan publik, stabilitas fiskal, serta percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.