Pixel Code jatimnow.com

Ditemukan Bahan Petasan dalam Rumah Santri Korban Ledakan di Ponpes Kediri

Editor : Narendra Bakrie   Reporter : Yanuar Dedy
Olah TKP ledakan di Ponpes Sabilil Huda, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri (Foto: Polres Kediri/jatimnow.com)
Olah TKP ledakan di Ponpes Sabilil Huda, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri (Foto: Polres Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Polres Kediri masih terus melakukan penyelidikan terkait ledakan petasan di Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilil Huda, Dusun Bukaan, Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.

Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Rizkika Atmadha Putra mengatakan bahwa pihaknya menemukan bahan-bahan petasan di tempat tinggal UM (15), salah satu korban. Bahan petasan itu berupa serbuk mercon yang disimpan dalam lipatan kertas kecil.

"Bahan-bahan pembuatan petasan ditemukan di rumah saudara UM," ungkap Rizkika, Senin (17/4/2023).

Terkait bahan-bahan itu, polisi masih belum bisa memberikan keterangan pasti. Karena saat ini masih menunggu korban dalam perawatan untuk bisa dimintai keterangan.

Baca juga:
Balon Udara Berisi Petasan Jatuh dan Rusak Rumah Warga di Tulungagung

"Kita masih menunggu korban membaik dulu, karena parah juga kayanya luka bakarnya," terang Rizkika.

Sebelumnya, petasan itu meledak pada Senin (17/4/2023) dinihari. Dua santri terluka parah dan dilarikan ke RSUD Kabupaten Kediri.

Baca juga:
Polisi di Tulungagung Amankan Petasan dan Balon Udara, Pelaku Anak-Anak Dibina

Dua santri itu berinisial UM (15) dan MAH (18). Keduanya ditemukan warga dalam keadaan tergeletak di teras.

Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, diketahui sebelum kejadian, kedua santri itu sedang membersihkan sampah di area ponpes. Mereka tidak menyangka jika pada tumpukan sampah ada serbuk petasan, sehingga pada saat sampah terbakar, tiba-tiba terjadi ledakan.

SD Negeri di Tulungagung Ini Hanya Dapat Satu Murid Baru
Wiyata

SD Negeri di Tulungagung Ini Hanya Dapat Satu Murid Baru

Minimnya minat masyarakat menyekolahkan anak di SDN 2 Sembon Tulungagung dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya kondisi fisik sekolah yang dinilai kurang menarik dibanding sekolah lain di sekitarnya.