jatimnow alexametrics

Menengok Tempat Rawat Lansia Terlantar hingga Ajal Menjemput di Malang

Editor : Sandhi Nurhartanto Reporter : Galih Rakasiwi
Lansia diajarkan membaca Al-Quran
Lansia diajarkan membaca Al-Quran

Malang - Keberadaan orang lanjut usia (lansia) yang terlantar di hari tuanya membuat beberapa pihak tergerak dengan membuka Griya Lansia Husnul Khatimah di Desa Wajak, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Arief Rakhman Haki bersama relawan Sahabat Yatim Dhuafa (SYD) berinisiatif membuka panti jompo bagi orang lanjut usia dengan layanan gratis karena seringnya menemukan lansia yang terlantar dengan beragam kondisi.

"Kita basicnya itu relawan dan sering menemukan lansia terlantar itu dengan berbagai keadaan. Ada yang di tempat sampah, ada yang di kolong jembatan dan lain-lain. Pada intinya terlantar, bahkan kita sempat menemukan ada yang membusuk di rumah kosong," kata Arief kepada jatimnow.com, Senin (25/10/2021).

Dibantu bidan dan beberapa relawan sebagai pengurus panti jompo di kawasan lereng pegunungan, Griya Lansia yang dibuka sejak Januari 2021 dan mempunyai sekitar 3 bangsal dan 22 kamar tersebut sampai kini telah menampung dan merawat 70 orang lanjut usia dari berbagai wilayah di Jatim.

Mereka hingga sekarang terus mencari lansia terlantar dan tak diinginkan keluarganya untuk dirawat secara gratis di tempat ini.

"Kami punya relawan di berbagai kota di seluruh Jawa Timur, bahkan sekarang ada di lintas provinsi. Saling laporan jadi sharing di grup. Di sini ditemukan lansia terlantar, di sana ditemukan lansia terlantar sehingga kumulatif banyak sekali dan itu yang menjadi ide bersama dan dieksekusi bersama-sama," paparnya.

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/gempur-rokok-ilegal-portrait-1.jpg

Untuk biaya merawat puluhan lansia di tempatnya, Arief menyebutkan membutuhkan dana sekitar Rp 70 juta tiap bulannya.

Karena Griya Lansia ini dioperasikan secara swadaya, pihaknya mendapatkan bantuan donasi dari beberapa pihak termasuk warga agar panti jompo ini terus beroperasi.

"Kurang lebih biaya operasional satu lansia itu dalam satu bulan sekitar Rp 1 juta. Itu mulai makannya, pampersnya sabun mandi dan lain-lain," terangnya.

Ia menyebutkan dirinya tidak mendapat gaji dari mengurus panti jompo ini. Namun petugas seperti perawat yang bertugas memeriksa kesehatan lansia serta pembina dan pengawas memperoleh honor tiap bulannya.

"Seluruh pengurus itu tidak mendapatkan honor, yang mendapatkan honor itu yang bekerja. Jadi untuk pembina, pengawas termasuk ketua yayasan itu In Sha Allah kita tidak gajian," tegas Arief yang mempunyai usaha percetakan ini.

Meski mendapatkan donasi dari pihak yang prihatin dengan nasib lansia terlantar, Arief mengatakan Griya Lansia yang dikelolanya masih mempunyai masalah terutama biaya operasional.

"Jadi istilahnya kita tidak punya donatur tetap yang murni itu tidak ada, tapi In Sha Allah kita masih cukup untuk melakukan operasional harian. Kami hanya mendapat bantuan dari warga mulai dari pampers dan beras," kata pria alumnus Stikosa AWS tersebut.

Arief dikenal juga mempunyai panti Yatim Piatu, namun dirinya menceritakan bahwa merawat anak yang kehilangan orang tua sangat berbeda dengan manusia lanjut usia. Sebab lansia semakin hari mirip anak kecil.

"Biasanya itu mendisiplinkan para lansia, karena biasa hidup di jalanan kemudian dibawa ke komplek yang harus tertib itu yang luar biasa kita kerja keras. Kalau anak yatim yang usia produktif itu semakin hari semakin dewasa, kalau merawat usia non produktif seperti lansia semakin hari semakin jadi kayak anak kecil," jelasnya.

Meski Griya Lansia Husnul Khatimah hingga kini belum mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah setempat, Arief optimis bahwa apa yang dilakukannya bersama para relawan bisa menjadi solusi bagi problem masyarakat salah satunya lansia terlantar.

"Kami kebetulan belum mendapatkan bantuan, tapi memang kami istilahnya sudah kami niatkan kita swadaya. Tapi adapun misalnya mendapat bantuan ya Alhamdullilah," terang dia.

Pihaknya ingin memuliakan para lansia terlantar dengan semangat kemanusiaan dan kebersamaan. Siapapun lansia, dari latar belakang apapun siap ditampung, asalkan benar-benar terlantar.

"Griya Lansia bukan panti jompo berbayar atau komersial. Griya lansia bener-benar memberi layanan gratis. Mereka boleh masuk dalam kondisi sehat maupun sakit. Mereka akan dirawat secara gratis sampai ajal menjemput dan akan dikuburkan secara layak. Kami bertujuan untuk merawat, mendampingi dan mengantar para lansia terlantar, untuk menjemput kematian yang husnul khatimah," tandasnya.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/player-manggis-potrait.jpg