Wabah Virus Corona

Bupati Banyuwangi Sampaikan LKPj ke DPRD Secara Virtual

jatimnow.com - Bupati Abdullah Azwar Anas menyampaikan nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Akhir Tahun 2019 secara virtual kepada DPRD Banyuwangi, Senin (6/4/2020).

Forum rapat paripurna yang digelar melalui video conference itu sebagai bentuk penerapan physical distancing di tengah wabah Virus Corona (Covid-19).

Ketua DPRD Banyuwangi Made Cahyana Negara, dua wakil ketua dewan yaitu M Ali Mahrus dan Ruliyono bersama 14 anggota dari 7 fraksi mengikuti video conference tersebut. Rapat paripurna itu juga diikuti puluhan anggota dewan dari kediaman masing-masing.

Sedangkan Bupati Anas didampingi Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko dan Sekretaris Kabupaten Mujiono berada di Aula Rempeg Jogopati Kantor Pemkab Banyuwangi. Sedangkan kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat dan lurah serta kepala desa mengikuti dari kantor masing-masing.

Dalam laporannya Bupati Anas menyebutkan sejumlah capaian kerja Banyuwangi pada Tahun 2019.

Pertama, capaian bidang pendidikan. Bidang yang menjadi prioritas pertama pembangunan daerah ini menghasilkan capaian positif. Dua inovasi yang digagas pemkab, yaitu Gerakan Daerah Angkat Anak Putus Sekolah (Garda Ampuh) dan program Siswa Asuh Sebaya (SAS).

LKPj Pemkab Banyuwangi ke DPRD dilakukan secara virtualLKPj Pemkab Banyuwangi ke DPRD dilakukan secara virtual

Menurutnya, berkat inovasi Garda Ampuh itu, angka putus sekolah di Banyuwangi menjadi sangat rendah hanya sebesar 0,01 persen pada tingkat SD/MI dan 0,13 persen pada tingkat SMP/MTs. Sementara angka siswa yang melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya terus bertambah. Dari jenjang SD/MI ke SMP/MTs sebesar 115,83 persen dan dari SMP/MTs ke SMA sederajat sebesar 126,78 persen.

"Ini juga turut mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meningkat dari kategori sedang menjadi tinggi dengan skala 70,60. Bagi kami, ini modal sosial membentuk generasi muda yang berkualitas di masa depan," terang Bupati Anas.

Capaian kinerja berikutnya yaitu percepatan pengentasan kemiskinan. Dengan sinergi banyak pihak, program pro-poor seperti rantang kasih hingga UGD kemiskinan yang melibatkan aparat desa mampu meningkatkan taraf kesejahteraan warga.

"BPS telah merilis angka kemiskinan di Banyuwangi 2019 menjadi 7,52 persen. Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding rata-rata Provinsi Jatim yang 10,20 persen, maupun nasional yang sebesar 9,22 persen," bebernya.

Capaian lainnya adalah sektor pariwisata. Beragam program pariwisata mampu mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Banyuwangi.

"Kunjungan turis domestik meningkat dari 654.602 orang pada tahun 2010 menjadi 5,48 juta orang pada 2019. Sedangkan wisatawan mancanegara naik dari 16.977 orang pada 2010 menjadi 109.089 pada 2019," urai Bupati Anas.

"Sektor ini menjadi penggerak yang efektif untuk pertumbuhan ekonomi Banyuwangi. Karena sifatnya yang inklusif, terkait langsung dengan banyak sektor konsumsi berbasis usaha rakyat. Mulai makanan, jasa transportasi, pemandu wisata, konveksi, hingga pertanian. Pariwisata ini investasinya murah, namun perputaran ekonominya sangat besar," imbuhnya.

Masih kata Bupati Anas, dengan seluruh capaian tersebut, akhirnya membawa pertumbuhan ekonomi Banyuwangi pada 2019 di posisi 5,55 persen, lebih tinggi dari Jatim yang 5,52 persen dan nasional 5,02 persen.

"Tak hanya itu, pendapatan per kapita masyarakat Banyuwangi pun terdongkrak menjadi Rp 51,8 juta per orang per tahun 2019. Naik dari tahun sebelumnya yang Rp 48,4 juta. PDRB Banyuwangi juga meningkat, dari yang semula Rp 77,84 triliun menjadi Rp 83,6 triliun," tambah Bupati Anas.

Sementara total nilai investasi yang masuk di Kabupaten Banyuwangi selama Tahun 2019 meningkat menjadi Rp 3,9 triliun atau terealisasi 130 persen dari target yang telah ditetapkan.

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top