Hebat, Siswa Smekdors Terlibat dalam Film Kartolo Numpak Terangbulan

jatimnow.com - Sebanyak 40 siswa SMK Dr Soetomo Surabaya (Smekdors) kembali terlibat dalam produksi film layar lebar berlatar budaya Kota Pahlawan berjudul 'Kartolo Numpak Terangbulan'.

Puluhan siswa jurusan Produksi Film asal Smekdors kembali dilibatkan karena keberhasilannya dalam pembuatan Film Jack yang diputar di sejumlah bioskop di Indonesia beberapa waktu lalu.

Kepala SMK Dr Soetomo, Juliantono Hadi menjelaskan puluhan siswa yang terlibat tersebut dilibatkan selama 21 hari proses produksi di Surabaya.

Para siswanya itu akan dilibatkan pada bagian kamera, lighting, blok, tata rias hingga pembantu umum.

"Kurikulum SMK mewajibkan magang, tetapi sangat jarang ada produksi film layar lebar di Surabaya. Makanya kami membuat film dengan latar sepenuhnya Surabaya. Dengan ikut proses produksi, kemampuan mereka (siswa) sudah 25 persen dari anak kuliah," ungkap Juliantono saat di salah satu lokasi syuting di Jalan Ubi 1 nomor 10 Jagir, Jumat (7/2/2020).

Julianto yang juga executive producer dalam pembuatan film ini mengatakan selain siswa kelas XI, juga terdapat sejumlah siswa kelas XII yang diminta produser untuk membuat film behind the scene.

"Jadi mereka pasti dapat komisi dari produser. Tapi produsernya bukan dari sekolah semua, ada juga yang dari Jakarta," ujar Anton sapaan akrabnya.

Menurut Anton produksi film ini sama halnya dengan Film Jack, yakni mengangkat latar budaya Kota Surabaya, sehingga pemain hingga kru yang berasal dari Kota Pahlawan.

"Film ini sekaligus apresiasi pada Kartolo Cs dengan menjadikan sebagai pemeran utama. Karena selama ini mereka hanya pendamping atau pelengkap di film," urainya.

M Ainun Ridho, produser dan sutradara Kartolo Numpak Terangbulan mengungkapkan para siswa kembali dilibatkan dalam pembuatan film karena komitmennya setelah SMK Dr Soetomo ikut membantu memproduksi film Jack.

"Film Jack merupakan film perdana saya yang mengangkat Surabaya dan semua produksi ditangani orang Surabaya. Sama dengan film yang digarap saat ini, saya mau 100 persen Surabaya. Krunya harus dari Surabaya juga makanya banyak siswa SMK Dr Soetomo," ujarnya.

Ridho menjelaskan bahwa ia mentargetkan adanya produksi film lokal Surabaya setidaknya setahun sekali.

Sekaligus memfasilitasi anak jurusan produksi film untuk magang dan meningkatkan kualitas lulusan produksi.

"Dari pada sekolah mengeluarkan biaya akomodasi selama anak-anak magang produksi film di Jakarta. Mending bikin film di Surabaya, sekaligus mengangkat Surabaya," lanjutnya.

Ia menjelaskan, para siswa yang terlibat berada di posisi layer 3 dan layer 4 dalam poduksi film. Posisi ini memang biasa diisi kru dengan kompetensi sekelas lulusan SMA/SMK.

"Saat ini semua siswa terserap dengan baik dalam produksi. Dengan demikian jam terbang mereka bisa lebih banyak dan mendukung karir mereka untuk bisa naik layer 1 atau 2," tuturnya.

Ia pun berharap film bergenre drama komedi yang dibintangi Kartolo Cs ini akan mendapat respon positif penikmat film. Sehingga bisa meningkatkan komunitas pecinta film khas Surabaya

"Film pertama Jack sangat menggembirakan, respon masyarakat tinggi meskipun secara investasi mungkin belum kembali," pungkasnya.

Film yang direncanakan tayang di Bioskop mulai September 2020 itu menceritakan keseharian Kartolo sebagai bapak kos dan segala dinamikanya memiliki putri tunggal.

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top