jatimnow.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jember menerima bantuan dua unit mobil ambulans. Bantuan ini tidak hanya diperuntikkan bagi konstituen saja namun untuk seluruh masyarakat Jember.
Ketua Umum Dewan Komando Pusat (DKP) Panji Bangsa, Rivqy Abdul Halim menyampaikan, adanya ambulans bisa dimanfaatkan untuk melayani masyarakat secara merata.
"Sekarang saya serahkan dua unit, satu unit lagi menyusul. Tim relawan sudah dibentuk dan kontak senternya sudah tersedia. Tiga ambulan ini nanti, kita bagi zona, baik barat, tengah dan selatan. Agar ambulans siaga kita masyarakat membutuhkan," ujarnya, Rabu (4/11/2026).
Baca juga: Korban Arisan Fiktif di Jember Mediasi di Balai Desa, Ini Hasilnya
Anggota Komisi VI DPR RI Ini meminta agar para relawan siaga 24 jam melayani masyarakat. Sehingga kehadiran PKB Jember bisa dirasakan oleh masyarakat sampai ketingkat bawah.
"Relawan harus siap 24 jam melayani masyarakat, tidak hanya konstituen PKB. Kita tidak boleh mengotak-ngotak, kita layani semua semua masyarakat. Ini akan menjadi amal jariyah kita, dan akan kembali ke kita juga," jelasnya.
Gus Rivqy menegaskan, dengan jumlah penduduk yang mencapai 2,6 juta, wilayah yang luas, diharapkan ambulans ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.
Baca juga: Mulai Senin Depan Pemkab Jember Berlakukan Parkir Berlangganan
"Saya harap ambulans ini tidak pernah berhenti melayani masyarakat. Karena tidak sedikit masyarakat yang kesulitan mendapatkan pelayanan ambulans. Sewa ambulans mahal, PKB berinisiani melayani masyarakat tanpa biaya," imbuhnya.
Sedangkan Ketua DPC OKB Jember, Ayub Junaidi menyampaikan, dengan adanya ambulans ini tentu mendukung pemerintah Kabupaten Jember dalam memberikan pelayanan ke masyarakat.
PKB Jember sendiri kini ditotal memiliki 4 ambulans, yang siap untuk mensupport program Universal Health Coverage (UHC) dan berkolaborasi dengan rumah sakit. PKB Jember nanti akan berkolaborasi dengan rumah sakit jika membutuhkan ambulan untuk memaksimalkan pelayanan.
Baca juga: Dua Dosen Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Lolos Asesor LAMGAMA
"Selama ini kita tahu, kendaraan ambulan memang kurang dengan warga jember yang mencapai 2,6 juta, kita akan berkolaborasi, melalui ketua komisi D DPRD Jember, agar bisa dikomunikaiskan dengan rumah sakit apabila ada kebutuhan mendesak dan memang tidak sanggup bisa diprioritaskan pakai punya PKB," terangnya.
Dengan program UHC, menurut Ayub, otomatis masyarakat akan sadar dengan kesehatan.
"Kalau dulu orang sakit mikir, biaya, naik apa. Dengan program UHC, otomatis dengan kesadaran tinggi untuk periksa kesehatan. Tinggal bagaimana pelayanan menjadi baik," pungkasnya.