Gandeng TNI dan Pemda, Polda Jatim Petakan Penanganan Wilayah Rawan Bencana

Rabu, 04 Nov 2026 14:30 WIB
Reporter :
Sujianto
Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono. (Foto: Sujianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ancaman bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah Jawa Timur mendorong Polda Jatim memperkuat langkah antisipasi. Tak hanya menyiagakan personel, kepolisian bersama TNI dan pemerintah daerah juga akan mengevaluasi peralatan serta menyusun skenario penanganan agar respons saat bencana terjadi bisa lebih cepat.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah menggelar simulasi Tactical Floor Game (TFG) untuk menguji kesiapan dan pembagian tugas masing-masing instansi dalam menghadapi situasi darurat.

Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono mengatakan, kesiapan menghadapi bencana tidak cukup hanya dengan mengumpulkan personel dan perlengkapan. Seluruh unsur yang terlibat harus memiliki pemahaman mengenai tugas dan langkah yang perlu dilakukan ketika bencana melanda.

Baca juga: Pekerja Proyek Dikeroyok di Kawasan PIER, PMII Desak Polda Jatim Tindak Tegas

Hal itu disampaikan Dekananto setelah memimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi di Lapangan Mapolda Jatim, Rabu (4/11/2026).

Menurutnya, pengalaman menghadapi sejumlah bencana di Jawa Timur menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kesiapan ke depan. Meski penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat ini sudah nihil, ancaman lain masih perlu diwaspadai, terutama banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

"Kesiapsiagaan ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk lebih siap memberikan bantuan apabila terjadi bencana alam di wilayah Provinsi Jawa Timur," ujarnya.

Ia mencontohkan penanganan tanah longsor di Kabupaten Lumajang. Berdasarkan laporan yang diterima dari Kapolres, Bupati, dan Dandim setempat, akses darat menuju kawasan yang sebelumnya terisolasi kini sudah kembali dapat dilalui untuk menyalurkan bantuan.

Di sisi lain, BPBD Kabupaten Lumajang masih melakukan penanganan terhadap dampak bencana, termasuk menyiapkan sejumlah lokasi pengungsian bagi warga terdampak.

Baca juga: Ngontel Bersarung, Arisan Meow dan Peredaran Obat Keras Daftar G

"Kami mendapatkan laporan bahwa jalur yang sebelumnya terisolasi sudah bisa ditempuh melalui darat untuk memberikan bantuan. Saat ini BPBD juga mengambil langkah-langkah untuk memastikan pengungsian masyarakat di beberapa titik," jelasnya.

\

Kapolda menilai, pemetaan wilayah rawan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko dan mempercepat penanganan bencana. Sebab, sejumlah kawasan di Jawa Timur memiliki karakteristik ancaman yang relatif sama dan berulang setiap tahun. Dengan pola tersebut, pemerintah daerah bersama unsur penanggulangan bencana sebenarnya dapat menyiapkan langkah antisipasi sebelum bencana terjadi.

Polda Jatim mendorong BPBD mengoordinasikan pelaksanaan Tactical Floor Game (TFG). Melalui simulasi tersebut, setiap instansi dapat menguji skenario penanganan, mulai dari koordinasi, pembagian tanggung jawab, hingga kecepatan pengerahan bantuan.

"Lokasi-lokasi rawan bencana hampir setiap tahun relatif sama dan bisa kita prediksi. Karena itu, kita perlu mempersiapkan skenario penanganannya agar ketika terjadi bencana, pemerintah daerah dan tim penanggulangan bencana provinsi bisa bergerak cepat," tegasnya.

Baca juga: Dilantik Jadi Kapolda Jatim, Dekananto Minta Maaf jika Polisi Belum Dekat dengan Warga

Selain menguji kesiapan personel, Polda Jatim juga akan mengevaluasi kecukupan sarana dan prasarana penanggulangan bencana. Evaluasi ini diperlukan karena setiap daerah memiliki karakteristik geografis dan jenis ancaman yang berbeda.

Menurut Dekananto, peralatan yang tersedia harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Terlebih, kemampuan personel dan dukungan perlengkapan perlu diperhitungkan jika bencana terjadi dalam skala besar atau melanda beberapa wilayah secara bersamaan.

Dekananto menegaskan, penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat.

"Negara harus hadir. Kami akan bersama-sama dengan Ibu Gubernur dan Pak Pangdam mengevaluasi kebutuhan tersebut. Karena ini menyangkut kemanusiaan, tentu harus ada upaya percepatan untuk menyiapkan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kondisi di lapangan," pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler