jatimnow.com - Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Surabaya dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi gangguan gelombang atmosfer. BMKG memprakirakan Surabaya mulai masuk musim penghujan di awal bulan Desember mendatang. Dedikasi panjang meneliti kualitas air mengantarkan peneliti sekaligus pegiat lingkungan asal Gresik, Daru Setyorini, meraih pengakuan internasional lewat ajang 2026 Shen Kuo Science Communication Award. Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mengebut pembersihan saluran air melalui Gerakan Bersih Lumpur Saluran Dalam Kota (Gempur Saloka).
Redaksi merangkum berita pilihan pembaca sebagai berikut:
BMKG Juanda Ungkap Penyebab Hujan di Surabaya meski Belum Tiba Musimnya
Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Surabaya dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi gangguan gelombang atmosfer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memperkirakan Surabaya mulai memasuki musim hujan pada awal Desember 2026.
Baca juga: Pembunuhan Ibu dan Anak, Lansia Tenggelam dan Parade Surabaya Juang 2026
Pegiat Lingkungan Gresik Raih Penghargaan Sains Air Bergengsi di China
Dedikasi panjang meneliti kualitas air mengantarkan peneliti sekaligus pegiat lingkungan asal Gresik, Daru Setyorini, meraih pengakuan internasional lewat ajang 2026 Shen Kuo Science Communication Award kategori Global Water Science Education Award di Ningbo, China.
Baca juga: World Polio Day 2026, Wanita Babak Belur dan Rehabilitasi Makam Mbah Lamong
Pemkab Lamongan Kebut Pembersihan Saluran Air, Progres Wilayah Kota Baru 40 Persen
Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mengebut pembersihan saluran air melalui Gerakan Bersih Lumpur Saluran Dalam Kota (Gempur Saloka). Hingga Rabu (28/10/2026), penanganan saluran di wilayah Kecamatan Babat telah rampung, sedangkan progres di wilayah Kecamatan Kota Lamongan baru mencapai 40 persen.