Menag Dorong Masjid Jadi Pusat Ekonomi, Syarikat Islam Siapkan Kebangkitan Baru

Selasa, 20 Okt 2026 21:35 WIB
Reporter :
Nur Alifan
Nasaruddin saat menghadiri penutupan Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam di Asrama Haji Surabaya. (Foto: Nur Alifan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mendorong optimalisasi masjid dan pesantren sebagai pusat kegiatan ekonomi produktif untuk memperkuat kemandirian umat. Upaya tersebut dinilai dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun ekonomi kerakyatan sekaligus mendorong kebangkitan Syarikat Islam.

Hal itu disampaikan Nasaruddin saat menghadiri penutupan Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam di Asrama Haji Surabaya, Selasa (20/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para kader untuk kembali meneladani semangat perjuangan para pendiri organisasi yang berawal dari Serikat Dagang Islam (SDI).

Menurut Nasaruddin, sejarah pergerakan nasional menunjukkan bahwa penguatan ekonomi telah menjadi fondasi perjuangan umat Islam sejak masa kolonial. Kemandirian ekonomi diperlukan agar masyarakat tidak terpinggirkan dan mampu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan nasional.

Baca juga: Menteri Agama Berjanji Tuntaskan Polemik di UINSA Surabaya Dalam Tiga Hari

“Jika kita ingin melihat sejarah pergerakan nasional yang paling pertama, itu adalah Serikat Dagang Islam. Visi para pendahulu kita sangat jelas, bahwa jika ingin memerdekakan umat Islam, caranya adalah melalui penguatan ekonomi agar tidak menjadi kaum yang termarginalkan,” ujar Nasaruddin.

Ia menilai, masjid dan pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari jaringan ekonomi umat. Salah satu upaya yang dapat dikembangkan adalah membangun minimarket atau jaringan ritel yang dikelola secara profesional, dengan keuntungan yang dikembalikan untuk kesejahteraan jemaah dan masyarakat.

“Bayangkan jika dari ratusan ribu masjid di Indonesia, sebagian besar memiliki pekarangan atau ruang untuk membangun minimarket umat. Keuntungan dari transaksi tersebut akan kembali berputar untuk kesejahteraan masjid dan jemaah itu sendiri,” kata Nasaruddin.

Nasaruddin juga menyinggung sinergi Kementerian Agama dan Kementerian Koperasi dalam mendorong pembentukan koperasi masjid. Melalui skema tersebut, masjid diharapkan tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca juga: Hasil Rapat Kerja, Komisi VIII DPR Desak Menag Batalkan Jabatan Akh Muzakki

Sementara itu, Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Ferry Juliantono, menyebut penguatan koperasi sebagai salah satu upaya meneruskan pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto tentang sosialisme Islam. Menurutnya, dakwah ekonomi harus diarahkan pada terwujudnya kemerdekaan ekonomi yang berpihak kepada rakyat.

\

Ferry menilai, cita-cita membangun ekonomi kerakyatan sebagaimana diamanatkan Pasal 33 UUD 1945 membutuhkan keterlibatan berbagai elemen bangsa. Karena itu, kader Syarikat Islam diharapkan berperan aktif dalam memperkuat koperasi dan membangun sistem usaha bersama yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Insya Allah itu bisa menjadi ekosistem yang akan mewujudkan ekonomi umat. Organisasi Islam bersama ekosistem koperasi dan seluruh instrumennya bisa menjadi kekuatan alternatif bagi rakyat Indonesia untuk menuju kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Baca juga: Menag Janjikan Insentif Guru Madrasah Non ASN Cair Akhir Juni 2026

Ketua Dewan Pusat Syarikat Islam periode 2026-2031, Hamdan Zoelva, menambahkan bahwa organisasi perlu memperkuat kembali identitasnya sebagai gerakan dakwah sekaligus gerakan ekonomi. Menurutnya, semangat kewirausahaan yang menjadi akar kelahiran Serikat Dagang Islam harus terus dikembangkan agar organisasi mampu menjawab tantangan zaman.

"Kita fokus pada organisasi dakwah dan kita fokus lagi pada DNA awal lahirnya Syarikat Islam yang direka oleh para pengusaha dan para entrepreneur, yaitu Syarikat Dagang Islam yang kemudian ditumbuhkembangkan oleh H.O.S. Tjokroaminoto,” tutur Hamdan.

Penutupan kongres tersebut menjadi momentum bagi Syarikat Islam untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menghidupkan kembali perjuangan di bidang ekonomi. Kolaborasi antara organisasi Islam, koperasi, masjid, dan pesantren diharapkan dapat membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan umat. 

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler