jatimnow.com - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri mulai mematangkan penataan pedagang Pasar Ngadiluwih menjelang pengoperasian pasar yang ditargetkan pada akhir November atau Desember 2026. Selain menyelesaikan penyempurnaan bangunan, Disdagin juga melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar aktivitas perdagangan di pasar yang telah direvitalisasi tersebut dapat berjalan sesuai rencana.
Kepala Disdagin Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengatakan sosialisasi dilaksanakan secara bertahap. Tahap awal berfokus pada finalisasi penempatan pedagang yang telah dimulai pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan tersebut berlanjut pada Jumat (16/10/2026) dengan melibatkan 268 pedagang yang akan menempati bangunan baru Pasar Ngadiluwih.
“Kami sosialisasi dengan teman-teman pedagang yang kaitannya dengan finalisasi atau fix itu. Kemudian minggu berikutnya kami undang lagi terkait dengan zona sama SOP-nya pasar. Nah, itu termasuk menjaga dan lain sebagainya, termasuk sanksi apabila jual beli, menyewakan nanti kami sampaikan di SOP itu,” katanya.
Baca juga: Mas Dhito: Pasar Ngadiluwih Beroperasi 24 Jam, Ada Food Court-Live Music
Dalam penataan tersebut, setiap pedagang akan menempati area sesuai zonasi berdasarkan jenis komoditas yang dijual. Pembagian zona meliputi pedagang sayuran, komoditas basah, pracangan, konveksi, serta berbagai jenis dagangan lainnya.
Pengelompokan ini dilakukan untuk menciptakan tata ruang pasar yang lebih tertib dan nyaman bagi pengunjung. Selain memudahkan aktivitas jual beli, penataan tersebut diharapkan dapat menjaga kerapian lingkungan pasar.
Meski menerapkan aturan penempatan, Disdagin tetap mengedepankan pendekatan humanis. Pedagang yang mengalami kendala dalam menjalankan usaha tetap diberi kesempatan untuk mengajukan perpindahan tempat, selama sesuai dengan ketentuan zonasi.
“Mungkin ada pedagang nanti di SOP sudah kami tekankan. Kita tidak melarang, mereka kadang-kadang kan, “Bu, jualan saya ini sepi, saya mau pindah”. Enggak apa-apa, kami fasilitasi, tapi pindah tempat enggak boleh di tempat yang lama, karena tidak sesuai dengan zonanya. Nah, pengertian-pengertian itu yang terus kami sampaikan ke pedagang,” jelasnya.
Selain mengatur zonasi, standar operasional prosedur (SOP) Pasar Ngadiluwih juga akan memuat ketentuan penggunaan sarana berjualan. Tinggi bronjong atau tempat penyimpanan barang dagangan dibatasi maksimal 2,5 meter.
Khusus pedagang yang berada di zona sayuran basah, penggunaan bronjong tidak diperbolehkan. Mereka diarahkan menggunakan meja sebagai sarana untuk menata dagangan.
“Jadi salah satu SOP pembuatan itu, sama tanggung jawab untuk kebersihan di masing-masing pedagang,” imbuhnya.
Dari total 805 lapak yang tersedia, Disdagin telah mendata sekitar 715 pedagang. Adapun pengundian lapak dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Oktober 2026.
Proses penempatan akan mengacu pada zonasi yang telah ditetapkan, dengan pengelompokan pedagang berdasarkan jenis dagangan, baik makanan maupun nonmakanan.
Baca juga: Revitalisasi Pasar Ngadiluwih Dikebut, Mas Dhito Targetkan Operasional Awal Desember
“Kami beri waktu seminggu pengundiannya. pengundiannya 27, 28, 29, 30. Pokoknya seminggu itu kita pengundian,” ujarnya.
Tutik menjelaskan, Pasar Ngadiluwih memiliki konsep yang sedikit berbeda dibandingkan Pasar Wates. Pemerintah Kabupaten Kediri tidak hanya ingin menjadikan pasar tersebut sebagai pusat pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mengembangkannya menjadi destinasi kuliner yang dapat menarik pengunjung dari luar Kecamatan Ngadiluwih.
Untuk mendukung konsep tersebut, pemerintah menyiapkan area food court di sisi barat pasar dengan kapasitas sekitar 11 tenant. Area ini direncanakan menjadi tempat bagi pelaku usaha kuliner terpilih, termasuk penjual makanan khas Ngadiluwih dan sekitarnya.
Salah satu kuliner yang akan hadir adalah Soto Branggahan, yang dikenal sebagai makanan khas wilayah tersebut.
“Jadi masuk pasar kami sudah ada soto Branggahan, itu sambil menarik orang-orang luar untuk masuk mencari tempat makan di Pasar Ngadiluwih sambil tentunya akan mengenalkan, melihat, akhirnya tertarik untuk mungkin belanja dan lain sebagainya,” terangnya.
Untuk mengisi area kuliner tersebut, Disdagin juga akan mendata pedagang makanan yang selama ini berjualan di sekitar pasar. Pelaku usaha dari luar kawasan pasar turut diberi kesempatan untuk mendaftar dan mengisi tempat yang masih tersedia.
Baca juga: Revitalisasi Pasar Ngadiluwih Kediri Hampir Rampung, Tinggal Sentuhan Akhir
Menurut Tutik, minat pelaku usaha untuk berjualan di Pasar Ngadiluwih mulai terlihat. Sejumlah calon pedagang telah menghubungi pihaknya untuk menanyakan peluang mendapatkan tempat berjualan. Namun, mereka akan terlebih dahulu dimasukkan dalam daftar tunggu.
“Beberapa waktu ini sudah mulai agak kelihatan tuh yang datang banyak, yang WA juga banyak. Boleh ndak Bu jualan? Tapi tetap kami akomodir sebagai daftar tunggu. Nanti pada saat sosialisasi kami sampaikan ke seluruh teman-teman pedagang,” jelasnya.
Sementara itu, penyelesaian pembangunan Pasar Ngadiluwih ditargetkan rampung pada akhir November 2026. Tutik menyebut, pekerjaan yang tersisa meliputi pemasangan pagar, pembersihan kawasan, serta penyelesaian bagian inlet dan manhole.
Ia optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target. Menurutnya, sebagian besar bangunan pasar telah rampung dan pekerjaan saat ini berfokus pada penyelesaian bagian fasad.
“Sementara pasar itu sudah selesai yang sisi timur, minggu ini clear, minggu depan ini masih Oktober minggu kedua, minggu ke-12 atau 13 ini selesai insya Allah,” pungkasnya.