Pengurangan Transfer Dana Pusat ke Daerah, Gus Fawait: Kunci Utama Kreatifitas

Jumat, 16 Okt 2026 12:00 WIB
Reporter :
Sugianto
Gus Fawait saat menghadiri Indonesia Future Leader 2026 di Jakarta. (Foto: Diskominfo for jatimnow.com))

jatimnow.com - Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan tidak ada persoalan dalam pengurangan dana tranfer daerah dari pusat. Pihaknya menutupi hal tersebut dengan cara kreatifitas dan mengoptimalkan pengelolaan keuangan daerah.

Menurutnya, permasalahan tersebut tidak menjadi hambatan untuk merealisasikan janji politik dan program prioritas. Hal ini diungkapkan saat menghadiri Indonesia Future Leader 2026 yang digelar Total Politik di Villa Mediapura,Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis, (15/12/2026).

Kegiatan ini juga dihadiri Todotua Pasaribu (Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia), Emil Dardak (Wakil Gubernur Jawa Timur), Vasco Ruseimy (Wakil Gubernur Sumatera Barat), hingga Jihan Nurlela (Wakil Gubernur Lampung), Sahar Alrif (Bupati Sidrap), Masinton Pasaribu (Bupati Tapanuli Tengah), hingga Dzulfikar Ahmad Tawalla (Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia).

Baca juga: UIN KHAS Jember Wisuda Ratusan Mahasiswa, 9 Diantaranya Tahfidz Al-Quran

Gus Fawait menegaskan, meski transfer dari pusat mengalami penurunan, Pemkab Jember justru menargetkan pemberian beasiswa kepada sekitar 11 ribu anak-anak mahasiswa menjelang akhir tahun 2026. Gus Fawait menjelaskan, pihaknya menyiasati penurunan dana pusat dengan cara bersinergi dan memanfaatkan berbagai peluang koneksi program di tingkat pusat.

"Sektor-sektor yang telah ditangani dan dibiayai langsung oleh kementerian pusat seperti program sekolah, revitalisasi fasilitas pendidikan, hingga optimalisasi lahan pertanian, kemudian dialihkan ruang fiskalnya untuk mendanai janji-janji politik kepala daerah," ujarnya.

Baca juga: Teridentifikasi Lewat Tes DNA, Korban KMP Virgo Transport 8 Asal Jember Dimakamkan

Dalam hal ini, Pemkab Jember aktif menarik program pusat ke daerah agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten dapat difokuskan pada program kerakyatan yang belum tercover di tingkat pusat.

\

Selain itu, anggaran daerah yang diatur secara cermat diprioritaskan untuk menyelesaikan target-target politik masa kampanye, dengan target penyelesaian sekitar 90 persen pada periode pertama kepemimpinan.

"Melalui manajemen anggaran yang inovatif ini, Jember mencatatkan diri sebagai kabupaten dengan alokasi beasiswa terbanyak dan terbesar se-Indonesia untuk tingkat kabupaten, menyasar belasan ribu mahasiswa," ungkapnya.

Baca juga: Lengkapi Layanan Kesehatan, Pemkab Jember Luncurkan Program Mobil Cinta

Bupati Jember juga menekankan bahwa penurunan TKD tidak boleh dijadikan alasan untuk mengorbankan kepentingan masyarakat. Dengan tata kelola anggaran yang inovatif, kreatif, dan tepat sasaran, program-program kerakyatan tetap dapat berjalan secara maksimal.

 

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Jember

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler