Update Harga Sembako di Jawa Timur: Beras dan Minyak Goreng Alami Penyesuaian

Jumat, 16 Okt 2026 10:00 WIB
Reporter :
jatimnow.com
Ilustrasi beras. (Foto: Ilustrasi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan melalui Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Provinsi Jawa Timur melaporkan adanya dinamika pergerakan harga sejumlah komoditas sembilan bahan pokok (sembako) di berbagai pasar tradisional. Berdasarkan data pemantauan terbaru, pergerakan harga komoditas pangan utama menunjukkan variasi yang cukup signifikan antara satu kabupaten atau kota dengan daerah lainnya.

Dalam laporan rekapitulasi harga rata-rata konsumen, komoditas beras terpantau berada pada kisaran harga tertentu, di mana beras jenis premium tercatat di angka rata-rata sekitar Rp15.099 hingga Rp15.137 per kilogram, sementara beras medium berada pada kisaran Rp13.018 hingga Rp13.125 per kilogram.

Selain itu, komoditas gula kristal putih di pasaran rerata diperdagangkan pada kisaran harga Rp17.421 per kilogram. Untuk produk minyak goreng, jenis curah berada di angka rata-rata Rp20.493 per kilogram, minyak goreng kemasan sederhana dipatok sekitar Rp18.795 per liter, serta minyak goreng kemasan premium bertengger di kisaran harga Rp22.022 per liter.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini: Dominasi Cuaca Cerah dan Berawan

Sementara itu, untuk produk peternakan dan protein hewani, harga daging sapi paha belakang terpantau stabil tinggi pada kisaran rata-rata Rp133.612 per kilogram. Daging ayam ras berada di angka Rp38.118 per kilogram dan telur ayam ras diperdagangkan pada kisaran Rp24.314 per kilogram.

Adapun untuk komoditas hortikultura penyumbang inflasi, harga bawang merah tercatat di kisaran Rp27.119 per kilogram, bawang putih seharga Rp28.789 per kilogram, cabai merah keriting rata-rata Rp52.269 per kilogram, dan cabai rawit merah menyentuh angka Rp61.957 per kilogram.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jawa Timur: Sejumlah Kabupaten Didominasi Cerah dan Berawan

Berdasarkan analisis singkat terhadap sebaran data tabel harga di tingkat kabupaten dan kota, disparitas atau perbedaan harga antar-wilayah di Jawa Timur dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Wilayah yang berada di sentra produksi pertanian atau dekat dengan jalur distribusi utama cenderung mencatatkan harga yang lebih rendah. Sebaliknya, kabupaten atau kota yang berada di wilayah kepulauan, dataran tinggi terpencil, atau jauh dari pusat logistik sering kali menunjukkan angka harga yang lebih tinggi akibat tambahan biaya distribusi dan transportasi logistik. Pemerintah daerah diimbau untuk terus memantau rantai pasok guna menekan kesenjangan harga pangan antar-daerah tersebut.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler