Mas Dhito Tegaskan Komitmen Pemkab Kediri Dukung Program Koperasi Merah Putih

Kamis, 15 Okt 2026 19:30 WIB
Reporter :
jatimnow.com
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau KDMP di Desa Sonorejo. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Kediri berkomitmen mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) melalui penyediaan lahan dan pengecekan kelengkapan administrasi serta perizinan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan koperasi siap beroperasi dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau KDMP di Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol, Kamis (15/10/2026).

Mas Dhito itu mengatakan, Pemkab Kediri telah menyiapkan dukungan lahan untuk 344 gerai KDMP yang menjadi bagian dari program tersebut.

Baca juga: Mas Dhito: Pasar Ngadiluwih Beroperasi 24 Jam, Ada Food Court-Live Music

Selain penyediaan lahan, pihaknya juga memeriksa kelengkapan administrasi dan perizinan, termasuk Sertifikat Laik Fungsi (SLF), guna memastikan seluruh gerai memenuhi ketentuan sebelum beroperasi.

“Hari ini yang kami cek adalah untuk SLF-nya. Jadi dari 344 itu semuanya apakah sudah memiliki SLF atau belum. Karena ini program prioritas Bapak Presiden, maka segala sesuatu administrasi yang berkaitan dengan perizinan dan sebagainya harus tertib,” jelas Mas Dhito.

Ia menambahkan, pengecekan operasional koperasi juga menjadi bagian dari upaya memastikan program tersebut berjalan sesuai arahan pemerintah pusat.

Menurutnya, keberadaan KDMP bukan untuk bersaing dengan pelaku usaha lain, melainkan menjadi sarana penyaluran berbagai kebutuhan bersubsidi agar lebih mudah dijangkau masyarakat.

“Seperti arahan Pak Menko, seluruh bupati, wali kota, gubernur, kapolda, pangdam untuk mengecek operasional dari koperasi ini,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan, KDMP dirancang untuk mempermudah masyarakat mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dan bantuan pemerintah tanpa melalui rantai distribusi yang panjang.

Sejumlah komoditas yang diarahkan untuk disalurkan melalui koperasi meliputi pupuk bersubsidi, LPG 3 kilogram, beras, minyak goreng, serta berbagai bantuan pangan.

“Ini untuk menyalurkan bantuan-bantuan subsidi pemerintah agar langsung ke rakyat sehingga rakyat ini dapat harga yang murah, yang bagus, tidak melalui makelar-makelar lagi,” jelas Zulkifli Hasan.

Baca juga: Revitalisasi Pasar Ngadiluwih Dikebut, Mas Dhito Targetkan Operasional Awal Desember

Ia mencontohkan, LPG 3 kilogram yang di sejumlah tempat dijual sekitar Rp23.000 hingga Rp24.000 dapat diperoleh dengan harga Rp18.500 melalui KDMP. Sementara itu, beras subsidi disebut bisa didapatkan dengan harga Rp12.000 per kilogram.

\

Zulkifli Hasan berharap koperasi desa juga dapat berkembang menjadi pusat pelayanan ekonomi masyarakat, termasuk untuk transaksi keuangan, pembayaran listrik, dan akses terhadap program pembiayaan tertentu.

“Ini semua yang digerakkan, dicita-citakan oleh Bapak Presiden agar tiap desa itu ada pusat pertumbuhan ekonomi sehingga desa maju, berkembang. Tidak hanya kota yang maju, tapi desa juga maju dan berkembang. Kalau desa maju, maka Indonesia akan menjadi maju,” ujarnya.

Di Desa Sonorejo, KDMP yang dikelola Niswatul Hikmah telah beroperasi sejak pertengahan Juni 2026. Gerai tersebut menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari minyak goreng, gula, LPG, pupuk bersubsidi, makanan ringan, minuman saset, hingga produk UMKM setempat.

Meski demikian, koperasi masih menghadapi sejumlah kendala dalam pengembangan usaha. Niswatul menyebut omzet penjualan saat ini rata-rata sekitar Rp150.000 per hari. Salah satu kendala utamanya adalah ketersediaan stok barang yang kerap kosong, sementara minat masyarakat untuk berbelanja masih perlu ditingkatkan.

“Kalau kendalanya itu stoknya sering kosong. Yang kedua, peminat dari masyarakat masih kurang. Kami akan berusaha menarik minat masyarakat dengan benefit seperti harga yang murah dan produk yang lengkap ke depannya,” terangnya.

Baca juga: Siapkan Agen Perlinsos, Bupati Kediri Dorong Percepatan Aktivasi IKD

Untuk meningkatkan pelayanan, KDMP Sonorejo juga menyediakan layanan pengantaran barang tanpa biaya tambahan serta membuka kesempatan bagi pelaku UMKM lokal untuk menitipkan produk mereka di gerai koperasi.

Produk yang telah dipasarkan antara lain makanan ringan, pecel, bawang goreng, alat pijat, dan kerajinan tangan hasil produksi masyarakat setempat.

Kunjungan Menko Pangan ke KDMP Sonorejo turut menarik perhatian warga. Salah satunya Siti Samsiah yang mengaku baru pertama kali berbelanja di koperasi tersebut dan tertarik untuk kembali karena harga sejumlah produk dinilai lebih murah dibandingkan tempat lain.

Ia mencontohkan, minyak goreng Minyakita yang biasanya dijumpai seharga Rp20.000 dijual Rp15.700 di KDMP Sonorejo.

“Insyaallah datang lagi. Kan lebih murah,” ujarnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Kediri

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler