Dua Kiai Kalbar Buka Suara Soal Isu Pertemuan Jakarta Jelang Muktamar NU

Jumat, 09 Okt 2026 13:54 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Melalui pernyataan tertulis, Isma'il menegaskan tidak pernah menghadiri rangkaian agenda Halaqoh Kebangsaan maupun Silaturrahmi Alumni IKAPETE di Gedung MPR RI, serta pertemuan di Hotel Royal Kuningan pada 8 Agustus 2026. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Rais Syuriyah PWNU Kalimantan Barat KH Muhammad Isma'il Ghofur bersama Rais Syuriyah PCNU Kayong Utara H Nazril Hijar melayangkan bantahan tegas terkait kabar yang mengaitkan nama mereka dalam agenda di Jakarta pada awal Agustus lalu.

Melalui pernyataan tertulis, Isma'il menegaskan tidak pernah menghadiri rangkaian agenda Halaqoh Kebangsaan maupun Silaturrahmi Alumni IKAPETE di Gedung MPR RI, serta pertemuan di Hotel Royal Kuningan pada 8 Agustus 2026. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan kesimpangsiuran informasi yang belakangan beredar di media massa.

Ia memastikan tak bertolak ke Ibu Kota pada tanggal tersebut, baik menggunakan penerbangan Lion Air nomor IU 691 maupun secara mandiri. Langkah klarifikasi ini diambil demi menjaga akurasi data publik dan nama baik organisasi.

Baca juga: PCNU Sekadau Kembalikan Uang Dugaan Risywah Muktamar ke KPK

Bantahan senada disampaikan Nazril Hijar. Pada hari yang sama, Nazril justru berada di Kabupaten Kayong Utara untuk mengawal agenda penutupan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Baca juga: Dua PR Besar Gus Kikin Usai Muktamar, Rekonsiliasi dan Ekonomi NU

Nazril menjelaskan bahwa kehadirannya dalam forum resmi Muktamar NU murni berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di lokasi yang telah ditetapkan panitia. Di luar jadwal resmi tersebut, ia memastikan tidak pernah melangkah ke pertemuan hotel mana pun di Jakarta.

\

Langkah kedua ulama ini menegaskan komitmen tinggi dalam menjaga kehormatan Nahdlatul Ulama di tengah dinamika organisasi. Menurut mereka, marwah NU harus dijaga lewat tata kelola yang transparan, bermartabat, serta patuh pada mekanisme yang berlaku.

Baca juga: Pemain Judol Dipenjara, Ekonom Pertanyakan Tanggung Jawab Platform

Sikap membatasi diri dari agenda di luar koridor resmi merupakan upaya nyata membentengi integritas proses pengambilan keputusan di tubuh NU.

Dengan berpegang pada nilai musyawarah dan transparansi, forum tertinggi organisasi dapat berjalan objektif dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh warga Nahdliyin.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler