jatimnow.com - Penjaringan bakal calon rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember mulai berjalan. Informasi sementara, terdapat 12 nama yang akan mendaftar sebagai bakal calon rektor.
Bertempat di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) UIN KHAS Jember, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Prof. Dr. Phil. Sahiron menyampaikan bahwa informasi yang beredar menyebut ada belasan nama yang akan maju dalam penjaringan tersebut.
“Namun sampai detik ini, kami mendapatkan info ada 12 yang mau mendaftar, yang sudah lengkap dan tercatat baru 5 orang,” katanya, Kamis (17/9/2026).
Baca juga: Kukuhkan Guru Besar, Ini Harapan Plt Rektor UIN KHAS Jember
Sahiron mengatakan, pihaknya terbuka bagi siapa pun yang ingin mencalonkan diri sebagai rektor UIN KHAS Jember, selama memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
“Kami terbuka bagi siapapun yang memenuhi syarat. Ada syarat-syaratnya dan banyak sekali. Salah satunya persyaratanhya yaitu profesor,” sebutnya.
Ia juga tidak menutup kemungkinan bagi guru besar yang baru saja dikukuhkan untuk mengikuti penjaringan bakal calon rektor. Namun, Sahiron mengaku belum mengetahui apakah mereka akan mendaftar.
Baca juga: PORSI JAWARA 2026 di Pekalongan, UIN KHAS Jember Sabet 7 Medali
“Nanti dan besok kita menunggu, apakah profesor 4 baru ini akan mendaftar, saya belum ngecek,” sambungnya.
Menurut Sahiron, tidak ada pembedaan antara guru besar yang baru maupun yang sudah lama dikukuhkan. Selama memenuhi persyaratan, seluruhnya memiliki kesempatan yang sama untuk memimpin kampus yang berada di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates tersebut.
“Asal memenuhi syarat, pokoknya akan diberi kesempatan. Tidak ada yang namanya ketidakadilan atau pilih kasih. Silahkan mendaftar diri, siapapun yang sudah memenuhi syarat,” ungkapnya.
Baca juga: Mahasiswa UB Melompat Dari Lantai 6, Atlet UIN KHAS Jember dan Ibu Anak Tewas
Kendati UIN KHAS Jember saat ini memiliki sekitar 30 guru besar, Sahiron mengatakan pihaknya tidak akan memaksa mereka untuk ikut mencalonkan diri apabila tidak berminat.
“Kalau tertarik, kalau tidak tertarik. Semua orang punya hak yang harus dihargai. Kita mencari seorang rektor yang berkualitas tinggi,” tegasnya.