Jelang Muktamar NU, Kiai Sepuh Keluarkan Tujuh Poin Tausiah di Ponpes Lirboyo

Rabu, 26 Agu 2026 22:25 WIB
Reporter :
jatimnow.com
Sejumlah ulama dan kiai sepuh NU berkumpul di Ponpes Lirboyo. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah ulama dan Kiai sepuh NU berkumpul di Ponpes Lirboyo Kediri, menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Berbagai dinamika dan isu yang beredar menjelang muktamar menjadi pokok pembahawan. Forum yang berlangsung selama sekitar satu jam ini membuahkan tujuh poin tausiyah yang ditujukan kepada muktamirin dan Presiden Prabowo Subianto.

Berikut tujuh poin tausiyah yang disampaikan salah satu peserta, KH Muhibbul Aman Aly.

1. Nahdlatul Ulama adalah jam'iyyah diniyyah ijtima'iyah yang menjunjung tinggi adab dan akhlakul karimah serta memegang teguh khittah nahdliyyah. Jagalah keluhuran misi, merwah, dan kehormatan jam'iyah. Jauhkan Muktamar dari segala tindakan yang tidak terpuji dan bertentangan dengan akhlakul karimah.

Baca juga: Jelang Muktamar, Sejumlah Ulama dan Kiai Sepuh NU berkumpul di Lirboyo Kediri

2. Muktamar adalah forum permusawatan para kiai, ulama dan pemegang amal jam'iyah. Bermusyawarahlah dengan akal sehat, hati yang jernih, dan akhlak yang mulia. Pilihlah pemimpin yang terbaik, jangan memilih pemimpin yang tidak baik. Utamakan kemaslahatan jam'iyah, perkuat persatuan dan hindari pertikaian.

3. Ahlul Halli wal 'Aqdi adalah maqam keulamaan. Jaga kehormatan dan martabatnya. Jangan nodai proses penentuan AHWA dengan transaksi, tekanan, rekayasa atau cara-cara yang tidak terpuji, yang mencederai kemuliaan para ulama.

4. Muktamirin adalah pemegang kedaulatan dalam muktamar. Hormati hak dan kemerdekaannya. Jangan ada pengondisian, tekanan, manipulasi ataupun rekayasa yang mengurangi kebebasan muktamirin dalam menyampaikan pendapat dan menentukan pilihan.

Baca juga: Forum Rois Syuriyah PCNU se-Jawa Timur Berkumpul di Lirboyo, Ini Hasilnya

5. Kepada pemerintah, kekuatan politik dan seluruh pihak di luar jam'iyah. Kami menyerukan agar menghormati kemandirian Nahdlatul Ulama dan kedaulatan muktamar. Hindari segala bentuk tekanan yang dapat dipersepsikan sebagai tekanan pengondisian atau intervensi terhadap proses dan keputusan muktamar.

\

6. Para kiai sepuh menaruh kepercayaan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga agar pemerintah tetap berdiri pada posisi menghormati kemandirian Nahdlatul ulama. Apabila terdapat pejabat menteri atau lainnya yang melakukan tindakan tidak patut yang dapat dinilai sebagai intervensi terhadap proses muktamar, forum berharap kepada Presiden untuk mengambil tindakan yang tegas. Para kiai siap menghadap Presiden untuk menyampaikan secara langsung informasi dan hal-hal yang menjadi keprihatinan kami demi menjaga kehormatan pemerintah, kemandirian Nahdlatul Ulama dan kedaulatan NU.

7. Menyerukan kepada pihak-pihak yang mengacaukan proses Muktamar untuk segera menghentikan tindakannya karena orang yang baik adalah orang yang menyadari kesalahannya dan tidak melanjutkan tindakan yang tidak terpuji itu.
'Semoga Allah subhanahu wa ta'ala senantiasa menjaga, melindungi dan membimbing Nahdlatul Ulama," pungkas KH Muhibbul Aman Aly.

Baca juga: OJK Perkuat Ekosistem Pesantren Melalui Literasi dan Perluasan Akses Keuangan Syariah

Para Kiai Sepuh berharap tausiyah ini mampu membentengi kedaulatan muktamirin agar Muktamar ke-35 NU berjalan damai, jujur, dan berkafasitas melahirkan kepemimpinan yang maslahat.

 

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Kediri

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler