ARJUNU dan RJI Tebarkan Strategi Akselerasi Jurnal Ilmiah Menuju Scopus

Selasa, 25 Agu 2026 13:21 WIB
Reporter :
Ali Masduki
ARJUNU–RJI International Forum on Journal Excellence 2026, UNWAHAS Semarang, Sabtu (22/8/2026). (Foto: Arjunu for jatimnow.com)

jatimnow.com - Standar publikasi akademik di Indonesia kini tidak lagi sekadar mengejar pemenuhan kelengkapan administratif akreditasi nasional. Lebih dari itu, pengelola riset perguruan tinggi dituntut mampu membangun reputasi substansial agar karyanya diperhitungkan pada level internasional dan mampu menembus indeksasi bereputasi seperti Scopus.

Menjawab tantangan tersebut, Asosiasi Relawan dan Pengelola Jurnal Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (ARJUNU) bergandengan tangan dengan Relawan Jurnal Indonesia (RJI).

Kedua institusi ini merajut kolaborasi strategis untuk mengakselerasi tata kelola serta memperluas jaringan editorial kampus-kampus di bawah naungan Nahdlatul Ulama (PTNU).

Baca juga: Website Jurnal Diserang Judol? ARJUNU dan RJI Siap Bantu Mitigasi

Langkah konkret penguatan ekosistem ini diwujudkan melalui agenda ARJUNU–RJI International Forum on Journal Excellence 2026 yang digelar secara hybrid di Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS), Semarang, Sabtu (22/8/2026).

Rektor UNWAHAS, Helmy Purwanto, menegaskan bahwa profesionalisme tata kelola publikasi menjadi pintu masuk utama agar hasil riset anak bangsa mendapat pengakuan global. Saat ini, kampus yang dipimpinnya telah mendaftarkan dua jurnal ilmiah untuk masuk dalam indeksasi Scopus.

"Kami sangat mendukung perkembangan jurnal di Indonesia. UNWAHAS sendiri sedang mengajukan dua jurnal ke Scopus dan kami berharap keduanya lolos. Forum pertukaran pengalaman seperti ini amat penting untuk mempercepat peningkatan kualitas publikasi secara berkelanjutan," ujar Helmy.

Ketua Umum RJI, Arbain, menilai sinergi ini menggabungkan dua kekuatan besar. Jangkauan jaringan PTNU yang tersebar luas di berbagai daerah milik ARJUNU, serta pengalaman panjang RJI dalam pendampingan teknis dan jejaring komunitas editor internasional.

Baca juga: Mahasiswa Rwanda Ukir Sejarah di ITS, 7 Publikasi Scopus Q1 dalam Genggaman!

Di sisi lain, Pembina ARJUNU, Ali Formen, berharap kemitraan kedua pihak tidak berhenti pada ajang seremonial semata, melainkan berlanjut pada program edukasi peningkatan kapasitas editor secara konsisten.

\

Fokus pembinaan jurnal PTNU kini menyasar wilayah Jawa Tengah yang dinilai memiliki potensi riset melimpah namun masih membutuhkan penguatan ekosistem, menyusul jejak pengembangan yang telah berjalan pesat di Jawa Timur.

Ketua ARJUNU, Fifi Khoirul Fitriyah, menggarisbawahi bahwa tolok ukur kualitas publikasi terletak pada kapasitas jajaran redaksi dan keberagaman kontributor, bukan sekadar status akreditasi di atas kertas.

Baca juga: Pecah Telor, Mahasiswa ITS Lulus Tanpa Skripsi

"Target akhirnya tentu rekognisi nasional maupun internasional. Namun fondasinya ada pada kekuatan editor, kualitas artikel, jangkauan reviewer, tata kelola Open Journal System (OJS), serta interaksi dengan komunitas akademik global. Jurnal yang baik tidak mungkin dibangun sendirian," kata Fifi.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, forum ini menghadirkan International Editors Panel yang mempertemukan para akademisi lintas negara, di antaranya Sanju Kumar Singh (University of Nepal), Rani Darmayanti (UNU Pasuruan), Arsalan Khan (UNUSA), dan Ahmad Sirajuddin (EIC Kharisma).

Diskusi interaktif tersebut dirancang untuk membuka peluang kolaborasi riil antara pengelola riset domestik dan peneliti mancanegara.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler