jatimnow.com - Satu unit helikopter melakukan pemadaman api di kawasan Gunung Arjuno. Helikopter milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dikerahkan untuk memadamkan api yang berada di tebing terjal kawasan sekitar Lembah Lengkehan, masuk Desa Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Gatot Soebroto menjelaskan, satu unit helikopter PK DAP dikerahkan memadamkan api di Lembah Lengkehan, yang berada di antara Gunung Kembar 1 dan 2, pada Jumat pagi (21/8/2026). Proses pemadaman dari udara dengan metode Water Bombing dilakukan sejak kemarin dimana helikopter berangkat dari Lapangan Udara (Lanud) Abdul Rachman Saleh, Malang.
"Helikopter melakukan pembasahan di Lembah Lengkehan. Pelaksanaan Water Bombing satu kali pukul 09.30 WIB Jumat kemarin dengan kapasitas 1.000 liter air," kata Gatot Soebroto, melalui keterangannya, Sabtu (22/8/2026).
Baca juga: Viral Ricuh di Pintu Masuk Bromo, TNBTS Klaim Pemukulan Refleks Bela Diri
Sebelumnya, helikopter telah menuju ke Lapangan Kaliandra Resort, untuk melakukan kajian sekaligus analisis dari pengamatan udara. Dari analisa tim udara dan kajian, pengambilan air diputuskan di wilayah Cangar, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Sedangkan petugas gabungan bersiaga di Lapangan Kaliandra Resort, guna memastikan keselamatan operasi Water Bombing dari udara.
"Personel yang bertugas di Posko Kaliandra saat ini melaksanakan pemantauan serta bersiaga untuk mengantisipasi perkembangan situasi. Saat ini bahan bakar avtur telah disiagakan di Lapangan Kaliandra Resort, Pasuruan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan, total ada 78 personel gabungan dari BPBD, petugas Tahura Raden Soerjo, TNI Polri, dan relawan, bergerak untuk menuju titik api yang berada di sekitaran Gunung Kembar 1, 2, dan Lembah Lengkehan.
"Untuk kondisi api di lokasi kebakaran, Gunung Kembar 1 sudah padam, Gunung Kembar 2 sudah padam, Sabana 2 Lembah Kijang sudah padam. Saat ini masih menyisakan bara bara api di batang pohon yang terbakar yang masih memerlukan pembasahan dari udara," tuturnya.
Proses pemadaman api difokuskan dari darat, setelah satu unit helikopter melakukan operasi pemadaman dengan Water Bombing di kawasan Lembah Lengkehan. Operasi waterboombing baru dilakukan satu kali, karena angin kencang menjadi kendalanya.
Baca juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI
"Angin kencang tidak memungkinkan lagi melakukan pembasahan dengan heli Water Bombing. Tinggal bara saja, pemadaman dengan manual biaa," jelasnya.
Sejauh ini belum ada perhitungan pasti soal luasan area yang terbakar, serta penyebab kebakaran lahan di Gunung Arjuno, yang masuk pengelola UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo Dinas Kehutanan Jawa Timur.
"Belum ada, kami masih fokus pemadaman dulu. Sementara ini terpantau tidak ditemukan titik api di Gunung Arjuno," pungkasnya.
Sebagai informasi, kebakaran melanda kawasan lahan dan hutan di Gunung Arjuno, sejak Selasa 18 Agustus 2026, di atas Pondokan, yang masuk wilayah Desa Pecalukan, Kecamatan Prigen, Pasuruan. Titik api terlihat sekitar pukul 18.30 WIB, hingga membuat pengelola kawasan dari UPT Tahura Raden Soerjo, memutuskan menutup akses pendakian dari empat jalur, mulai Rabu 19 Agustus 2026 pukul 00.00 WIB.
Baca juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan
Keputusan penutupan akses pendakian itu juga seiring membesarnya api hingga mencapai perbatasan antara Kabupaten Pasuruan dan Kota Batu, yang menjadi jalur pendakian melalui Sumberbrantas dan Tambaksari, Kecamatan Purwosari, Pasuruan.
Tak hanya ditutup, para pendaki yang sudah masuk dan naik ke Gunung Arjuno dari berbagai jalur pun terpaksa dievakuasi. Proses evakuasi dilangsungkan sejak Rabu 19 Agustus 2026 hingga hari ini.