Program KKN Unisda Lamongan Lahirkan Puluhan Produk Inovasi

Kamis, 13 Agu 2026 10:30 WIB
Reporter :
Adyad Ammy Iffansah
Rektor Unisda saat meninjau gelar karya inovasi mahasiswa KKN. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Universitas Islam Darum Ulum (Unisda) Lamongan resmi menutup program KKN dengan Gelar Karya Produk Inovasi. Kegiatan ini digelar sebagai wadah hasil pengabdian masyarakat mahasiswa Unisda selama satu bulan dengan pendekatan partisipasi, aksi dan riset.

Sebagian besar produk meliputi bidang pengelolaan sampah, pengembangan sistem pertanian serta inovasi kuliner berbasis potensi lokal.

Rektor Unisda, Muhammad Hafidh Nashrullah mengungkapkan jika perguruan tinggi memiliki peran strategis sehingga mampu hadir dan jawaban kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Pionir Ketahanan Pangan Mandiri, Monyet Ekor Panjang dan Rapor Pemain Persebaya

"KKN menjadi ruang belajar yang mempertemukan teori dengan realitas lapangan, sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," ujarnya, Rabu (12/8/2026).

Ketua KKN Unisda Lamongan, Ahmad Sholikin mengatakan bahwa gelar karya ini merupakan bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus ruang apresiasi kepada mahasiswa.

"Berbagai produk yang ditampilkan hari ini menunjukkan bahwa mahasiswa dapat mengubah potensi lokal menjadi inovasi yang memiliki nilai manfaat dan keberlanjutan," ungkapnya.

Baca juga: SDN di Lamongan Menjadi Pionir Penggerak Ketahanan Pangan Mandiri

Produk-produk yang dipamerkan dikelompokkan ke dalam tiga bidang inovasi utama. Pada kategori Eco Innovation dan produk olahan sampah, mahasiswa menghadirkan berbagai karya berbasis ekonomi sirkular dan pelestarian lingkungan, seperti briket bonggol jagung, kerajinan dari limbah pertanian, gantungan kunci dari sampah plastik, ecopaving, ecoenzim, alat pengepres botol plastik, hingga kursi berbahan ecobrick.

\

Pada kategori Smart Agriculture, Alat dan Teknologi Pertanian, mahasiswa memperkenalkan berbagai teknologi tepat guna untuk mendukung produktivitas masyarakat desa.

Kemudian, inovasi yang dipamerkan antara lain alat penabur pupuk, alat penangkap hama padi, sistem pakan ikan otomatis, instalasi hidroponik, silase jagung, serta pakan ternak berbahan sekam padi.

Baca juga: Sulap Limbah Dapur Jadi Produk Bernilai Ekonomi, Mahasiswa Unair Edukasi Ibu PKK Lamongan

Sementara itu, kategori Creative Food Innovation, Makanan Kreatif Berbasis Potensi Lokal menampilkan beragam produk pangan hasil pengembangan komoditas desa.

Mulai dari wedang rempah, teh herbal daun sukun, gummy sawo (SAMINA'O), hingga aneka produk olahan berbahan lokal yang dikemas lebih modern dan memiliki nilai tambah ekonomi.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Lamongan

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler