Tewas Hirup Gas Beracun di Palka Kapal Hamdan 1, Dua ABK Dievakuasi Tim SAR Gabungan

Sabtu, 08 Agu 2026 15:05 WIB
Reporter :
Dadang Kurnia
Operasi penyelamatan dua ABK KM Hamdan 1 dari dalam palka kapal. (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com – Insiden nahas menimpa dua Anak Buah Kapal (ABK) KM Hamdan 1. Kedua korban, Rarvan S.S. (20) dan Iwan (43), ditemukan tewas di dalam palka kapal usai diduga kuat menghirup gas beracun saat melakukan pengecekan pada Jumat (7/8/2026) malam.

Merespons laporan tersebut, Tim Rescue Kantor Search and Rescue (SAR) Kelas A Surabaya bersama unsur SAR gabungan segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi pada Sabtu (8/8/2026) dini hari.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P.H., langsung menginstruksikan pergerakan satu tim rescue khusus. Setibanya di lokasi, tim berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan asesmen ketat guna menentukan strategi evakuasi yang paling aman.

Baca juga: Cari Bangkai KMP Mutiara Sentosa II, Helikopter Basarnas Sisir Perairan Utara Sumenep

Operasi penyelamatan ini memiliki risiko fatalitas tinggi mengingat pekatnya kandungan gas beracun di dalam ruang palka. Sebelum personel diturunkan, tim terlebih dahulu melakukan pengecekan kadar gas dan menyemprotkan blower untuk menyedot serta mengurangi konsentrasi udara beracun di area tersebut.

Setelah parameter keamanan terpenuhi, seorang rescuer diturunkan ke dasar palka menggunakan metode lowering (penurunan menggunakan tali).

Baca juga: Dua Penggali Sumur di Trenggalek Tewas Tertimbun Tanah dan Batu

Mengingat kualitas udara di dalam ruang tertutup tersebut sangat berbahaya, personel yang turun wajib mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap yang ditunjang dengan tabung oksigen Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA). Alat ini vital untuk menyuplai udara mandiri dan melindungi petugas dari paparan gas mematikan yang kerap tidak terdeteksi oleh indra penciuman manusia.

\

"Kendala utama yang kami hadapi di lapangan adalah kondisi bagian dalam palka yang masih mengandung sangat banyak gas beracun," ungkap Komandan Tim Rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya, Candra Kristyawan.

Di dasar palka, rescuer dengan sigap memasangkan tali evakuasi pada tubuh kedua korban untuk sistem pengangkatan (lifting). Sesuai prosedur keselamatan, rescuer ditarik kembali ke permukaan terlebih dahulu sebelum mengangkat kedua jenazah secara bergantian.

Baca juga: Korban Meninggal Peristiwa Terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2 Jadi Lima Orang

Jenazah Rarvan menjadi korban pertama yang berhasil ditarik keluar dari dalam palka pada pukul 00.42 WIB. Berselang 14 menit kemudian, tepatnya pada pukul 00.56 WIB, giliran jenazah Iwan yang berhasil dievakuasi ke geladak kapal.

Setelah operasi yang menegangkan tersebut berhasil dirampungkan dengan aman, kedua jenazah langsung dibawa menuju RSUD Ibnu Sina, Kabupaten Gresik, untuk menjalani proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler