jatimnow.com - Gelaran festival ide dan kreativitas tahunan, IdeaFest SUB 2026, resmi dibuka di Grand City Mall, Surabaya, Jumat (7/8/2026). Mengusung tema “The Next Leap”, ajang ini mendorong para pelaku usaha dan industri kreatif di Jawa Timur untuk memperkuat daya saing melalui sinergi lintas sektor serta pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI).
Edisi kedua di Surabaya ini menghadirkan skala program yang lebih luas ketimbang penyelenggaraan sebelumnya. Lebih dari 240 pembicara dan 100 sesi diskusi dihadirkan untuk mengulas peta jalan bisnis, pemasaran, teknologi, hingga pengembangan diri.
Festival Director IdeaFest Jakarta, Olivia Febrina, mengungkapkan bahwa transformasi industri kreatif saat ini dipengaruhi oleh percepatan adopsi teknologi.
Baca juga: Umsura Perkuat Ekosistem Kreatif Lewat Sound of Downtown
Kehadiran AI, kata dia, bukan lagi sekadar tren tersendiri, melainkan alat bantu (tools) yang masuk ke berbagai ceruk bisnis secara spesifik.
"Isu utamanya bukan lagi bagaimana AI menggantikan peran manusia, melainkan bagaimana pelaku industri memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja operasional," kata Olivia di Surabaya, Jumat (7/8/2026).
Langkah integrasi AI tersebut diwujudkan melalui kemitraan strategis dengan institusi akademis lokal seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Kolaborasi ini dirancang untuk memberikan pemahaman AI yang terapan dan aplikatif bagi para pelaku usaha kecil hingga menengah.
Baca juga: Gabungkan AI dan Robotika, Mahasiswa Surabaya Bikin Robot Catur Pintar
Festival Director IdeaFest Surabaya, Saskia Tessy, menjelaskan bahwa adopsi teknologi terapan sangat krusial untuk menopang sektor unggulan daerah, salah satunya industri food and beverage (F&B) yang menjadi tulang punggung gaya hidup di Jawa Timur.
Saskia menilai, keterbukaan pelaku usaha F&B terhadap inovasi, mulai dari optimalisasi efisiensi berbasis AI hingga kolaborasi tempat dengan pilar wellness atau ruang kreatif menjadi kunci ketahanan bisnis saat ini. Model bisnis tunggal yang berdiri sendiri dianggap rentan terhadap persaingan.
"Bisnis yang mampu bertahan biasanya memiliki tingkat kolaborasi yang tinggi. Industri F&B di Surabaya sangat besar, dan potensinya akan makin luas jika disinergikan dengan teknologi maupun pilar lain seperti gaya hidup dan desain," tutur Saskia.
Guna memfasilitasi interaksi bisnis secara langsung, IdeaFest SUB 2026 memperkenalkan format interaktif dua arah melalui program IdeaFest X serta ruang eksperimen Founders Arena bersama Diplomat Success Challenge (DSC).
Baca juga: Umsura Resmi Buka Prodi S1 Film dan Industri Digital
Di samping itu, ajang ini menghadirkan area Kreatip by Artisan Market yang berlangsung hingga 9 Agustus 2026 untuk mendukung eksposure produk lokal.
Sederet figur dari ekosistem kreatif dan bisnis nasional turut dijadwalkan mengisi sesi diskusi, di antaranya Andanu Prasetyo (Toko Kopi Tuku), Theo Derick (Acrobyte Group), Stephanie Regina (Haloka Group), hingga seniman Popomangun.
Melalui kolaborasi antara panitia pusat dan mitra lokal Youth Up, IdeaFest SUB 2026 ditargetkan dapat menjadi katalisator bagi lahirnya inovasi dan kemitraan baru antar-pelaku industri di Indonesia Timur.