Kasus DBD Muncul di Manisrenggo, Dinkes Kota Kediri Langsung Fogging dan PSN

Senin, 03 Agu 2026 19:45 WIB
Reporter :
jatimnow.com
Petugas melakukan fogging di Manisrenggo. (Foto: Nanik for jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri bergerak cepat melakukan pengasapan (fogging) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di sejumlah titik di Kelurahan Manisrenggo, Senin (3/8/2026). Langkah ini dilakukan setelah satu warga dipastikan positif Demam Berdarah Dengue (DBD), sementara dua warga lainnya diduga terinfeksi dan masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kediri, Hendik Supriyanto, mengatakan tindakan cepat dilakukan menyusul terbitnya Keterangan Diagnosis Rumah Sakit (KDRS) yang menyatakan satu pasien positif DBD.

“Ya tadi di Manisrenggo ada kasus demam berdarah yang sudah positif keluar KDRS. Di rumah sakit itu ada satu orang, kemudian yang dua orang ini sudah kita lakukan RDT (Rapid Diagnostic Test) untuk pemeriksaan demam berdarah di Puskesmas. Ini ternyata dari RDT-nya positif ya. Hingga harus kita dirujuk. Itu yang satu sudah positif hasilnya dari rumah sakit sudah keluar KDRS-nya, yang dua masih proses rujukan. KDRS-nya dari rumah sakit belum keluar namun sudah kita tindak lanjuti,” jelasnya.

Baca juga: Jatah Fogging Dinkes Tulungagung Terpangkas 75 Persen, Dampak Efisiensi Anggaran

Meski hasil diagnosis dua pasien lainnya masih menunggu kepastian dari rumah sakit, Dinkes langsung melakukan langkah antisipasi di lapangan. Petugas melaksanakan PSN sekaligus fogging karena ketiga pasien berada dalam satu radius yang sama.

“Semua tadi sudah kita lakukan upaya untuk PSN di lingkungan itu dan juga langsung kita lakukan pengasapan atau fogging. Termasuk dua orang yang kita rujuk yang RDT-nya positif tadi. Kebetulan masih dalam satu radius dengan yang satu yang sudah positif, sehingga kita anggap sebagai satu klaster penanganan,” terangnya.

Baca juga: 20 Warga Terjangkit DB, Pemdes Bancar Ponorogo Lakukan Fogging Selama Sepekan

Hingga awal Agustus 2026, Dinkes Kota Kediri mencatat 19 kasus DBD sejak Januari. Sementara itu, dua pasien yang masih menjalani pemeriksaan belum dimasukkan ke dalam data resmi karena masih menunggu hasil KDRS dari rumah sakit.

\

Berdasarkan data Dinkes, mayoritas penderita DBD di Kota Kediri tahun ini masih berasal dari kelompok usia anak-anak.

Meski demikian, Hendik menyebut tren kasus DBD pada 2026 mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia.

Baca juga: Kasus DBD Sidoarjo Melonjak 40 Persen, Waspada Lur!

Untuk menekan penyebaran DBD, Dinkes terus mengimbau masyarakat menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penampungan air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk, serta melakukan berbagai upaya pencegahan lainnya.

"Kita sudah melakukan sosialisasi lewat media massa ataupun melalui kader-kader. Alhamdulillah, kasus tahun ini sangat sedikit. Tidak hanya di Kota Kediri, tetapi di daerah-daerah lain kasus demam berdarah juga turun sangat drastis,” pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Kediri

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler