jatimnow.com - Momentum libur sekolah membawa angin segar bagi sektor pariwisata Kabupaten Kediri. Pendapatan dari penjualan tiket objek wisata milik Pemerintah Kabupaten Kediri mencapai sekitar Rp500 juta atau meningkat tiga hingga empat kali lipat dalam tiga pekan masa liburan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, mengatakan lonjakan tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya pemerintah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata.
“Ada kira-kira kita 3 minggu itu setengah miliar (Rp500 juta) ya. Jadi peningkatannya ada sekitar 3 sampai 4 kali lipat dari hari biasa,” ujarnya, Senin (20/7/2026).
Baca juga: Pemkab Kediri Siapkan Anggaran Rp30 M untuk Beasiswa Tahun Ini
Berdasarkan data Disparbud Kabupaten Kediri, objek wisata Besuki masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar selama musim liburan.
Pada periode 1-21 Juni, pendapatan tiket Besuki tercatat sebesar Rp86.873.000, disusul Gunung Kelud Rp66.075.000 dan Ubalan Rp62.855.000.
Memasuki periode libur sekolah pada 22 Juni hingga 12 Juli, seluruh destinasi wisata mengalami peningkatan signifikan. Pendapatan tiket Besuki naik menjadi Rp148.853.000, Ubalan mencapai Rp124.608.000, sedangkan Gunung Kelud menyumbang Rp98.206.000.
Mustika menjelaskan, peningkatan kunjungan wisata tidak terlepas dari berbagai pembenahan yang terus dilakukan pemerintah daerah, terutama pada aspek aksesibilitas menuju destinasi wisata.
Baca juga: Berburu Stempel di Museum Sri Aji Jayabaya, Sensasi Baru Wisata Edukasi di Kediri
Menurutnya, pembangunan dan perbaikan infrastruktur seperti jalan, jembatan, hingga pemasangan guardrail menjadi prioritas agar wisatawan dapat mengakses lokasi wisata dengan aman dan nyaman.
“Ya tentunya kita harus tetap menggenjot aksesibilitas. Termasuk yaitu jalan, termasuk pengaman itu guardrail, termasuk jembatan. Nah akses jalur yang menuju tempat wisata harus clear,” terangnya.
Selain meningkatkan aksesibilitas, Disparbud juga terus membenahi amenitas atau fasilitas penunjang di kawasan wisata. Perbaikan toilet, peningkatan kualitas restoran, hingga mendorong pertumbuhan hotel menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan.
Baca juga: Mas Dhito Tegaskan Peserta PBK di Kediri Harus Siap Masuk Dunia Industri
Tak hanya itu, berbagai atraksi budaya dan event pariwisata juga akan terus diperbanyak. Menurut Mustika, penyelenggaraan berbagai kegiatan tersebut dapat memperpanjang lama tinggal (length of stay) wisatawan sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi daerah.
“Atraksi harus kita pelihara juga. Atraksi-atraksi nanti akan secara berantai akan menambah kunjungan ke tempat kita. Oh, besok ada acara tari di Tegowangi. Besok saya akan menginap. Pasti itu akan menambah length of stay dari wisatawan tersebut,” jelasnya.
Dengan tren positif tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri optimistis sektor pariwisata akan terus menjadi salah satu penopang peningkatan PAD. Pembenahan akses, fasilitas, serta penyelenggaraan berbagai atraksi wisata diyakini mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus mendorong mereka tinggal lebih lama di Kabupaten Kediri.