BNN Kediri Wanti-wanti Modus Narkoba dalam Liquid Vape, Pelajar Diminta Waspada

Sabtu, 18 Jul 2026 11:00 WIB
Reporter :
jatimnow.com
BNN Kabupaten Kediri saat memberikan edukasi kepada siswa dalam kegiatan MPLS di SMAN 1 Plosoklaten. (Foto: BNN for jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kediri mengingatkan pelajar untuk mewaspadai peredaran narkoba dengan modus baru yang dikemas dalam bentuk liquid vape. Modus tersebut dinilai perlu diantisipasi karena bentuknya semakin sulit dikenali dibanding narkoba konvensional.

Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Kabupaten Kediri, Rusdi Danurwindo, mengatakan tren penyalahgunaan narkoba terus berkembang. Jika sebelumnya narkoba lebih dikenal dalam bentuk serbuk, pil, atau ganja, kini mulai muncul dalam bentuk cairan yang digunakan pada rokok elektrik.

“Sekarang kan tren narkoba itu berubah. Kalau zaman dulu mungkin berbentuk serbuk, berbentuk pil, berbentuk tanaman seperti ganja. Sekarang itu kan diolah menjadi yang kemarin yang tren di Indonesia adalah liquid vape atau cairan vape. Makanya kami memberikan informasi kepada adik-adik semua tentang bahaya narkoba jenis baru yang berbentuk cairan liquid atau cairan vape,” ujarnya.

Baca juga: Ansor Jatim Apresiasi Bea Cukai dan BNN Gagalkan 3,37 Ton Ganja

Peringatan tersebut disampaikan saat BNN Kabupaten Kediri memberikan edukasi kepada siswa dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Plosoklaten.

Rusdi menjelaskan, edukasi serupa tidak hanya dilakukan saat MPLS. BNN secara rutin mendatangi sekolah mulai jenjang SD hingga SMA melalui program Ananda Bersinar (Anak Indonesia Bersih Narkoba).

Materi yang diberikan juga disesuaikan dengan usia peserta. Untuk siswa sekolah dasar, penyuluhan dilakukan melalui dongeng dan video animasi. Sementara bagi siswa SMP dan SMA, materi disampaikan melalui penyuluhan langsung maupun saat upacara bendera.

Baca juga: Kuncup Ganja Thailand yang Diamankan BNN di Gresik untuk Bahan Baku Liquid Vape

Selain mengingatkan bahaya narkoba, BNN juga mengimbau pelajar tidak mencoba rokok, vape, maupun minuman keras karena dapat menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkoba.

\

“Kalau kami, pelajar kan ditekankan jangan pernah mencoba narkoba dimulai dari rokok, dari liquid. Karena kan ya kita ndak tahu cairan liquid itu nanti isinya apa kan ndak tahu, apalagi kan banyak liquid yang dijual secara online. Nah, itu yang kita takutkan seperti itu. Kalau di toko-toko resmi ada cukainya, aman InsyaAllah, tapi kan yang secara online yang tidak ada cukainya. Nah, itu kan yang berbahaya,” jelasnya.

Rusdi menegaskan, hingga kini BNN Kabupaten Kediri belum menemukan kasus pelajar yang menggunakan liquid vape mengandung narkoba. Namun, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan setelah BNN RI menggagalkan penyelundupan sekitar 3,37 ton kuncup bunga ganja (cannabis bud) yang diduga akan diolah menjadi liquid vape pada awal Juli lalu.

Baca juga: BNN Bongkar Gudang Narkotika di Gresik, Amankan 3,37 Ton Kuncup Ganja dari Thailand

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Plosoklaten, Eka Prayitna, mengatakan edukasi bahaya narkoba menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan sekolah yang aman dari penyalahgunaan narkoba.

“Harapan kami, 350 siswa baru yang mengikuti MPLS ini memiliki pemahaman sejak awal sehingga tidak pernah mencoba narkoba dalam bentuk apa pun. Ini bagian dari membangun ketahanan Wiyatamandala di lingkungan sekolah,” katanya.

Tags :
Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Kediri

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler