Mahasiswa Ubaya Ciptakan Mangonut Bar, Snack Sehat dari Daun Mangga

Jumat, 17 Jul 2026 16:59 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Lima mahasiswa Ubaya pencipta Mangonut Bar, camilan sehat berbahan dasar daun mangga dan kulit kacang tanah. (Foto: Humas Ubaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Lima mahasiswa Ubaya menghadirkan inovasi pangan fungsional melalui Mangonut Bar, camilan sehat berbahan dasar daun mangga dan kulit kacang tanah yang diklaim berpotensi membantu mengendalikan kadar gula darah sekaligus menjadi sumber antioksidan.

Produk tersebut dikembangkan oleh Josephine Aprilia, Felicia Tiffany T., Jovianne Vevina, Sabina Ananda V., dan Edwin Tirtana dari Fakultas Teknobiologi serta Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya (Ubaya). Inovasi itu diperkenalkan di Gedung Fakultas Teknobiologi Kampus Ubaya Tenggilis, Jumat (17/7/2026).

Ketua tim, Josephine Aprilia, mengatakan ide tersebut lahir dari tingginya angka penderita diabetes mellitus di Indonesia yang masih menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

Baca juga: Guru Besar Teknik Kimia Ubaya Masuk Jajaran Peneliti Elite Dunia

"Kami menemukan bahwa daun mangga mengandung senyawa mangiferin yang berpotensi membantu menghambat lonjakan kadar gula darah melalui penurunan penyerapan glukosa," ujarnya.

Tim juga melihat limbah kulit kacang tanah selama ini belum banyak dimanfaatkan. Padahal, bagian tersebut mengandung senyawa antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari paparan radikal bebas.

Berangkat dari kondisi tersebut, mereka memadukan daun mangga dan kulit kacang tanah menjadi camilan sehat sekaligus memanfaatkan bahan yang selama ini kurang bernilai.

Pengembangan produk berlangsung sekitar tiga bulan. Tantangan terbesar berasal dari proses kolaborasi lintas fakultas dan penyempurnaan formulasi agar menghasilkan tekstur, aroma, serta cita rasa yang dapat diterima konsumen.

Baca juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

"Karena berasal dari fakultas yang berbeda, kami harus menyesuaikan jadwal masing-masing. Selain itu, kami melakukan beberapa kali uji coba hingga memperoleh rasa, tekstur, dan aroma yang sesuai," kata Josephine.

\

Di bawah bimbingan Dr. Gabriel Tirtawijaya, proses produksi diawali dengan mengeringkan daun mangga menggunakan oven bersuhu 55 derajat Celsius selama 90 menit agar kandungan nutrisinya tetap terjaga. Setelah itu daun dihaluskan menjadi bubuk.

Kulit kacang tanah juga dikeringkan pada suhu 60 derajat Celsius selama dua jam sebelum diolah menjadi serbuk. Kedua bahan tersebut kemudian dicampur dengan mentega, madu murni, pemanis erythritol, telur, tepung maizena, kacang tanah panggang, dan rice crispy sebelum dipanggang selama 15 menit pada suhu 120 derajat Celsius.

Baca juga: Mahasiswa FIK Ubaya Sabet Tiga Gelar di Asian Student Fashion Week 2026

Josephine menilai Mangonut Bar memiliki peluang untuk diproduksi secara komersial karena menggunakan bahan baku yang mudah diperoleh dengan proses pembuatan yang relatif sederhana.

"Harapan kami, inovasi ini dapat menginspirasi lahirnya produk pangan lain yang bermanfaat bagi masyarakat. Mangonut juga memiliki potensi untuk diproduksi dalam skala industri karena bahan bakunya melimpah dan modal produksinya tidak terlalu besar," ujarnya.

Sebelumnya, Mangonut Bar telah meraih medali emas kategori Pangan, Favorite Poster kategori Pangan, serta Juara Harapan III seluruh kategori dalam ajang Mandalika Essay Competition 8, memperkuat potensi inovasi tersebut sebagai produk pangan fungsional karya mahasiswa.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler