jatimnow.com - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda mengintensifkan upaya memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja formal maupun informal.
Salah satu strategi yang ditempuh adalah memperkuat kolaborasi dengan media agar edukasi mengenai manfaat program menjangkau masyarakat lebih luas.
Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi BPJS Ketenagakerjaan melalui strategi 3C, yakni Coverage, Care, dan Credibility, yang menjadi arah pengembangan layanan sekaligus peningkatan kepesertaan.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Luncurkan PEKA, Ahli Waris Dibina Jadi Wirausaha
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda, Teldi Rusnal, mengatakan tantangan terbesar saat ini bukan hanya menghadirkan layanan, tetapi memastikan semakin banyak pekerja memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial.
"Media bukan sekadar saluran informasi, tetapi mitra strategis dalam membangun pemahaman masyarakat tentang pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan. Ketika informasi tersampaikan dengan baik, semakin banyak pekerja akan menyadari manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," katanya saat Media Gathering bertajuk Bersinergi dengan Media, Memperluas Perlindungan, Menguatkan Kepercayaan di Surabaya, Kamis (16/7).
Menurut Teldi, aspek Coverage menjadi prioritas untuk memperluas kepesertaan hingga menyasar pekerja yang selama ini belum terlindungi, termasuk pekerja sektor informal.
Sementara Care diwujudkan melalui peningkatan kualitas layanan agar lebih mudah diakses masyarakat.
Baca juga: Gandeng DPR RI, BPJS Ketenagakerjaan Sasar Ratusan Pekerja Informal Gresik
BPJS Ketenagakerjaan terus mengembangkan layanan digital seperti Jamsostek Mobile (JMO), Lapak Asik, serta berbagai kanal pelayanan lain untuk mempercepat proses layanan kepada peserta.
Adapun Credibility menjadi fondasi dalam menjaga kepercayaan publik melalui tata kelola yang profesional, pelayanan yang akuntabel, serta penyaluran manfaat secara tepat waktu, transparan, dan berkelanjutan.
Teldi menilai keberhasilan memperluas perlindungan pekerja tidak dapat dilakukan sendiri. Peran media dibutuhkan untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai hak pekerja atas jaminan sosial, sekaligus mengedukasi pemberi kerja tentang pentingnya mendaftarkan pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Media Gathering tersebut juga menghadirkan Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro bersama Kepala Bidang Disnaker Tranggono Wahyu Wibowo.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Malang Tebar Semangat Go Green Melalui Employee Volunteering
Dalam diskusi, para peserta membahas tantangan perluasan kepesertaan, mulai dari rendahnya kesadaran sebagian pekerja hingga perlunya penguatan kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban memberikan perlindungan jaminan sosial.
Pemerintah daerah menilai kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah, dunia usaha, dan media menjadi faktor penting agar perlindungan jaminan sosial dapat menjangkau lebih banyak pekerja di Kota Surabaya.
"Kami percaya perlindungan pekerja merupakan tanggung jawab bersama. Dengan dukungan media, informasi mengenai manfaat BPJS Ketenagakerjaan akan semakin luas diterima masyarakat sehingga semakin banyak pekerja yang terlindungi," ujar Teldi.