Stok Ketersediaan Sapi di Lamongan Menurun, Harga Daging Mengalami Kenaikan

Kamis, 16 Jul 2026 11:30 WIB
Reporter :
Adyad Ammy Iffansah
Kondisi stok sapi di tingkat peternak Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kenaikan harga daging sapi di Lamongan menuai banyak keluhan mulai dari pegangan pasar hingga pelaku usaha kuliner. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan menyebut kenaikan harga daging sapi dipicu anomali idul adha.

Saat ini harga daging sapi tembus Rp130 ribu perkilogram. Alih-alih tetap beraktivitas, pedagang memilih untuk libur berjualan dalam beberapa hari kedepan hingga menunggu kondisi kembali stabil.

Kepala Disnakeswan Lamongan, Sofiah Nur Hayati menjelaskan, perayaan Idul Adha beberapa waktu lalu membuat sebuah anomali. Dimana banyak aktivitas jual beli dan penyembelihan membuat stok ketersediaan daging sapi menurun drastis.

Baca juga: Gegap Gempita Piala Dunia 2026, KDMP di Lamongan Disulap Jadi Tempat Nobar

"Idul Adha stok-stok sapi banyak yang dipotong, dari data kita 5.678 ekor dan yang dijual ke luar daerah ada sekitar 5.000 ekor," ujarnya, Kamis (16/7/2026).

Selain karena menurunya stok, Shofiah menyebut harga sapi di pasar hewan saat ini mengalami kenaikan harga sekitar Rp 1 juta.

Baca juga: Nelayan Lamongan Meninggal Usai Sholat Ashar di Atas Kapal

"Faktor kenaikan harga sapi diperngaruhi besarnya konsumsi masyarakat dan perbaikan kualitas sapi karena tidak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bisa ditanggulangi," tuturnya.

\

Menanggapi fenomena ini, Disnakeswan berinisiasi untuk menambah populasi di tingkat peternak guna menjaga kondisi harga daging bisa kembali stabil.

"Sebenarnya stok sapi aman tapi belum siap untuk dipotong, ya karna itu Idul Adha. sedangkan sapi yang siap dipotong dari data Puskeswan ada 16.109," urainya.

Baca juga: Tinjau Gudang di Lamongan, Pupuk Indonesia Pastikan Serapan dan Stok Aman

Disnakeswan memprediksi kondisi ini akan bertahan paling lambat dua atau tiga bulan kedepan.

"Kemungkinan harga daging sapi bisa turun dua sampai 3 bulan kedepan, menunggu stok dan populasi ke angka yang lebih ideal," pungkasnya. 

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Lamongan

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler