jatimnow.com – Insiden nahas menimpa sebuah gudang plastik berukuran 50x70 meter di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember. Bangunan tersebut ludes dilalap si jago merah pada Senin (13/7/2026) dini hari sekitar pukul 00.20 WIB, menyisakan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp300 juta.
Tragisnya, upaya tanggap darurat pemadaman di menit-menit krusial sempat terhambat secara teknis. Truk armada Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Posko Rambipuji, yang merupakan unit terdekat dari lokasi kejadian, mengalami mogok saat hendak diberangkatkan.
Akibat kendala fatal tersebut, proses pemadaman terpaksa diambil alih dengan menunggu kedatangan armada bantuan dari Mako Utama Damkar Jember.
Baca juga: Kebakaran Hanguskan Toko Ban dan Pracangan di Jalur Pantura Paiton Probolinggo
Anggota Regu A Mako UPT Damkarmat Jember, Aris Setiawan, membenarkan bahwa insiden mogoknya armada di Posko Rambipuji sangat berdampak pada durasi penanganan.
"Karena berangkat dari Mako di Jalan Danau Toba, perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar 35 menit. Hal itu tentu berpengaruh terhadap cepatnya penanganan kebakaran," ujarnya.
Baca juga: Gudang Rongsokan di Lamongan Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 1 Milyar
Setibanya petugas di lokasi kejadian, kobaran api didapati sudah membesar dan melahap hampir seluruh bagian bangunan. Kondisi ini diperparah oleh isi gudang yang difungsikan sebagai distributor barang-barang yang sangat mudah terbakar.
"Gudang tersebut merupakan distributor plastik, styrofoam, dan kertas. Material itu membuat api cepat membesar," jelasnya.
Meski kedatangan armada sempat tertunda, proses pemadaman mendapat bantuan taktis dari warga sekitar. Masyarakat setempat bahu-membahu mengevakuasi sejumlah barang yang masih bisa diselamatkan ke tempat aman, sehingga petugas Damkar dapat lebih fokus menjinakkan titik-titik api utama.
Baca juga: Diduga Korsleting Listrik, Rumah Makan Padang di Tulungagung Ludes Terbakar
Setelah berjuang selama kurang lebih dua jam, petugas dibantu warga akhirnya berhasil memadamkan kobaran api secara total.
"Tapi untuk kerugian ditaksir Rp300 juta, karena seluruh isi gudang didominasi bahan plastik dan material mudah terbakar ludes dilalap api. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan," pungkasnya.