Umat Hindu di Lamongan Tak Permasalahkan Takbir Saat Perayaan Nyepi

Selasa, 17 Mar 2026 10:20 WIB
Reporter :
Adyad Ammy Iffansah
Pembuatan Ogoh-ogoh untuk sambut prayaan nyepi Umat Hindu di Desa Balun, Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Warga Desa Balun, Kecematan Turi, Lamongan menunjukan gambaran nyata indahnya toleransi dan lahirnya kemajemukan.

Penyematan julukan desa pancasila, dengan beragam latar belakang kepercayaan agama mulai dari Islam, Hindu, Kristen Protestan hidup rukun berdampingan.

Perbedaan keyakinan membuat warga Desa Balun justru masin kuat. Nilai gotong royong dan toleransi tertanam turun temurun hingga saat ini.

Baca juga: Gegap Gempita Piala Dunia 2026, KDMP di Lamongan Disulap Jadi Tempat Nobar

Tepat, Kamis (19/3/2026) mendatang umat hindu akan menjalani perayaan nyepi memperingati tahun baru saka dengan puasa selama 24 jam.

Saat umat hindu memulai puasanya, ditandai dengan berhentinya berbagai aktivitas sosial mengasingkan diri dalam keheningan, saat yang sama umat Muslim bersuka cita menyambut Idul Fitri 1447H dengan senandung gema takbiran.

Baca juga: Nelayan Lamongan Meninggal Usai Sholat Ashar di Atas Kapal

"Di sini toleransi sangat tinggi. Kami tidak pernah mempermasalahkan ibadah masing-masing. Jika umat Muslim takbiran keliling, silakan, kami yang sedang Nyepi tetap menjalankan niat ibadah kami. Semuanya bisa berjalan beriringan," jelas Wisnu Adi Purnomo salah satu warga Hindu Desa Balun, Senin (16/3/2026).

\

Wisnu yang saat itu ditemui saat sedang membuat ogoh-ogoh membeberkan kerukunan di Desa Balun melahirkan toleransi. Bahkan, ia menyebut pembuatan ogoh-ogoh bukan hanya dilakukan sendiri oleh umat Hindu tapi juga bantuan umat Islam dan Kristen.

Baca juga: Tinjau Gudang di Lamongan, Pupuk Indonesia Pastikan Serapan dan Stok Aman

"Kami mengerjakan ini bersama-sama. Ada warga Islam dan Kristen yang ikut membantu pengerjaan, terutama pada tahap awal yang membutuhkan banyak tenaga," tambahnya.

Pawai ogoh-ogoh dijadwalkan akan berlangsung pada Rabu, (18/3/2026) di Alun-alun Desa Balun. Warga Lamongan dan sekitarnya pun diajak untuk hadir menyaksikan simbol harmoni dan kerukunan umat beragama yang menjadi ciri khas desa yang dijuluki sebagai Desa Pancasila tersebut.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Lamongan

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler