Samurai Jalu Gelar Pameran Tunggal Kedua Bertajuk "Mulai Dari Rumah"

Minggu, 25 Jan 2026 18:00 WIB
Reporter :
Sahlul Fahmi
Suasana pameran tunggal kedua Samurai Jalu bertajuk "Mulai dari Rumah". (Foto: Dokimentasi Pribadi Samurai Jalu)

jatimnow.com - Samurai Jalu, seorang seniman anak berusia 12 tahun dari Sanggar DAUN, menggelar pameran tunggal keduanya bertajuk "Mulai Dari Rumah" di Rumah Ambarteja dan Larasrasa, Grand Royal Regency K5 03A, Cluster Lavender, Wage, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.

Pameran telah dibuka Sabtu 24 Januari 2026 dan akan berlangsung hingga Minggu 8 Februari 2026. Dalam pameran tunggal keduanya ini Samurai Jalu berkolaborasi dengan sang ayah yang berprofesi sebagai arsitek.

Pameran dikuratori Arik S. Wartono dan dinarasikan oleh penulis seni rupa Agus "Koecink" Sukamto, dosen, penulis sekaligus perupa dan Saiful Hadjar, seniman senior, penggagas dan penggerak Kelompok Seni Rupa Bermain (KRSB).

Baca juga: Menikmati Indahnya Pameran Hidden Potion di Art Space ARTOTEL TS Suites Surabaya

Adapun tujuan digelarnya pameran ini adalah untuk mengapresiasi kreativitas anak dan mengajak masyarakat untuk melihat rumah sebagai laboratorium kreatif anak.

"Mulai Dari Rumah" akan menampilkan karya-karya Samurai Jalu yang dihasilkan dari aktifitas kreatifnya di rumah, serta mengundang pengunjung untuk berdiskusi dan merefleksikan tentang pentingnya kreativitas dan ekspresi diri anak.

"Ini adalah upaya untuk mengubah pandangan masyarakat tentang kreativitas anak dan mengajak orang tua untuk lebih memahami dan mendukung aktifitas kreatif anak," kata Samurai Jalu yang saat ini bersekolah di SDIT Nurul Fikri Sukodono - Sidoarjo, kelas 6.

Total ada 33 karya lukis berbagai ukuran, instalasi, dan arsip proses kreatif Samurai Jalu sejak usia balita yang dipajang di Rumah Ambarteja dan Larasrasa. Rumah ini merupakan dua rumah bersebelahan yang baru selesai dibangun dan difungsikan sebagai ruang pameran berkonsep open house yang memungkinkan pengunjung untuk melihat langsung karya-karya Samurai Jalu di lingkungan rumahnya.

Arik S. Wartono, kurator pameran sekaligus guru pembina Samurai Jalu di Sanggar DAUN mengatakan aktifitas kreatif anak yang mencoreti setiap detail bagian rumah yang mampu dijangkau terutama dinding, lantai, pagar, sampai berbagai perabot di dalam dan di sekitar rumah, sejauh ini dalam tinjauan seni rupa anak dan psikologi perkembangan anak telah dapresiasi sebagai hal positif.

"Wacana rumah sebagai laboratorium kreatif anak telah banyak dibahas dalam psikologi pendidikan terutama perkembangan anak, termasuk juga dibahas dalam dunia seni rupa anak. Namun hal ini menjadi pameran seni rupa anak yang sesungguhnya, peristiwa open house seniman anak berkolaborasi dengan ayahnya yang seorang arsitek, tampaknya baru pertama kali terjadi di Indonesia bahkan mungkin di seluruh dunia", kata Arik S. Wartono.

Baca juga: Pelukis Surabaya Ariel Ramadhan Gelar Pameran Tunggal ke-7 Bertajuk Lautan Bercerita

Sementara Andy Rahman, ayah Samurai Jalu mengungkapkan bahwa proses kreatif anak selalu dimulai dari rumah, mencorat-coret dinding rumah adalah salah satunya. Karena itu pada pameran ini mencoba mendobrak “arsitektur steril”, arsitektur yang biasanya tampil bersih dan “indah”.

\

"Di pameran ini arsitektur dimunculkan dalam kondisi sehari-hari, sebuah rumah yang biasa kita lihat sehari-hari ketika di dalamnya ada anak kecil. Proses kreatif anaklah yang justru membuat sebuah rumah jadi hidup.", ungkap Andy Rahman.

Sedang Agus "Koecink" Sukamto, menyebut kolaborasi dua generasi  ini menciptakan dinamika yang unik. Sang ayah membangun struktur dan arsitekturnya (pondasi, dinding, atap, ruang dan ambiencenya), sementara Samurai Jalu membangun jiwa dari rumah tersebut.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog tanpa kata antara ayah dan anak. Di saat sang ayah memastikan rumah itu kokoh berdiri, Samurai Jalu memastikan rumah itu hidup dengan imajinasi masa kecilnya yang jujur dan liar. Baginya, dinding rumah bukan lagi penghalang, melainkan media komunikasi dan setiap goresannya adalah rekaman memori tentang masa kecil dan kini yang dirayakan, bukan dibatasi.

Baca juga: Pelukis Cilik Asal Gresik, Aisyah Hilya Gelar Pameran Tunggal The Colour of Journey

"Tidak ada kata ‘jangan mengotori tembok’, yang ada hanyalah tawaran ‘mari berkreasi bersama’. Dari ruang privat ke ruang publik, keindahan dari proses panjang ini akhirnya meluap keluar. Apa yang bermula dari coretan di dinding ruang dan kanvas, kemudian dikurasi menjadi sebuah pameran publik.", kata Agus "Koecink" Sukamto.

Penulis Saiful Hadjar menambahkan, menginstal rumah menjadi karya seni rupa karya Samurai Jalu, dilihat dari fungsinya, bisa jadi sarana dan prasarana home schooling. Rumah adalah sarana dan seni rupa (instalasi) merupakan prasarana sekolah alternatif (home schooling), menempatkan anak sebagai subjek dengan pendidikan anak secara at home. Keduanya saling berkait, memberikan kesempatan bagi anak untuk berkembang sesuai dengan kebutuhan mereka

"Ini merupakan sebuah kerja kreatif yang sangat besar –untuk ukuran seorang anak– tidak lepas dari peran aktif orang tuanya, Andy Rahman (arsitek) dan guru sanggar seni lukis, Arik S. Wartono, (Sarjana Pendidikan Seni Rupa). Sebuah proses kerja kreatif pada anak (Samurai Jalu), secara tidak langsung mengenalkan proses kerja seni rupa yang berkelindan dengan berbagai aspek kehidupan manusia dan berbagai ilmu pengetahuan, sains dan berbagai jenis kesenian," ucap Saiful Hadjar.

Pameran "Mulai Dari Rumah" terbuka untuk umum setiap hari dari pukul 10.00 WIB hingga 14.30 WIB. Selain pameran, di rumah ini juga diselenggarakan serangkaian diskusi lintas disiplin ilmu yakni seni rupa, arsitektur dan psikologi, tanggal 31 Januari dan 8 Februari 2026.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Sidoarjo

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler