jatimnow.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan perlakuan khusus bagi pemilih penyandang difabel. Untuk melancarkan penyandang difabel saat memberikan hak suaranya, KPU menggelar simulasi pencoblosan di Ponorogo.
Sumulasi pencoblosan bagi penyandang difabel kali ini digelar di Panti Asuhan Tuna Netra Terpadu Aisyah pada Rabu (27/2/2019).
Terlihat di aula panti asuhan di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo belasan penyandang difabel berkumpul. Mereka satu per satu mengantri untuk melakukan simulasi pemilu 2019.
Mereka terlihat didampingi oleh salah satu kerabat, kemudian diarahkan oleh petugas. Di dalam bilikpun mereka didampingi.
"Khusus bagi penyandang difabel harus didampingi," jelas Teguh Wiyono, komisioner divisi hukum KPU Ponorogo, Kamis (28/2/2019).
Namun, lanjut ia, para pendamping diwajibkan untuk menjaga kerahasiaan difabel.
"Para pendamping harus menjaga kerahasiaan pilihan yang didampingi," terangya.
Ia menjelaskan, di Ponorogo, tercatat 2001 pemilih penyandang difabel. Dengan rincian 224 tuna daksa, tuna netra 359, grahita 754, lalu tuna wicara 382, tuna lainnya 282 orang.
"Yang jelas untuk pemilih difabel sudah terfasilitasi di Ponorogo. Kita sudah mendata dan masuk ke dalam dpt ponorogo sebanyak 2001," tambahnya.
Ia menambahkan, ada surat suara khusus bagi penyandang tuna netra, yakni surat suara braile. Namun hanya untuk Pilihan Presiden (Pilpres) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Sehingga, semuanya harus didampingi.
Sementara salah satu tuna netra, Nabil Ghalil, menjelaskan sangat terbantu dengan simulasi seperti sekarang ini. Pasalnya dirinya baru pertama kali memilih untuk pemilu.
"Ini pemilu pertama saya. Dengan simulasi seperti ini sangat-sangat membantu saya dan teman-teman difabel lain," pungkasnya.
KPU Ponorogo Simulasikan Pencoblosan Pemilu untuk Penyandang Difabel
Kamis, 28 Feb 2019 08:14 WIB
Reporter :
Mita Kusuma
Mita Kusuma
Berita Ponorogo
Pidatonya Viral, Berikut Profil Pimpinan Ponpes Gontor KH Hasan Abdullah Sahal
Satire Kiai Hasan Gontor di Depan Prabowo: Kritik Ambisi Jabatan dan Status
13 Desa di Ponorogo Terancam Kekeringan
Warga Dungus Ponorogo Senang Dapat Guyuran Air Bersih dari Gubernur Khofifah
Prabowo Serukan Free Palestine di Puncak 1 Abad Gontor
Berita Terbaru
“Aku Kangen Ayah, Piye Ma?” Tujuh Bulan Anak Asmaul Menanti Kepulangan Sang Ayah
Kerugian Kebakaran Pabrik Pengolahan Kayu di Lamongan Ditaksir Rp10 Miliar
PNM Perkuat Tata Kelola Bisnis dan Lindungi Nasabah dari Risiko Fraud
Pabrik Pengolahan Kayu di Lamongan Terbakar, Pekerja Berhamburan
SPPG di Lamongan Terapkan Inovasi Pengolahan Air Limbah Berbasis Filtrasi
Tretan JatimNow
Perkuat Reputasi BUMN, Fiona Sari Sabet Apresiasi PR INDONESIA
Verta Mega Arlinsa Comeback di Miss Grand Indonesia 2026
Gabungkan AI dan Robotika, Mahasiswa Surabaya Bikin Robot Catur Pintar
Mengenal Harjot Tunggal Putera, Pengusaha dengan Semangat Melayani
Terpopuler
#1
Mengukur Potensi Penyalahgunaan UU Reforma Agraria
#2
Tilep Pajak Rp1 Miliar, HT Diserahkan ke Kejari Sidoarjo
#3
Pekerja Servis AC Dipenjara karena HGI, Rindu Pulang ke Keluarga
#4
Duka Korban Ledakan PT SPS Lamongan Terus Mengalir, Rekan Kerja Kirim Doa
#5